Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Berada persis di tepi sungai Amandit. Sungai yang dipercaya masyarakat sekitar dihuni seekor naga. Konon, dahulu kala di sungai itu ada suami istri yang menjelma menjadi siluman naga karena telah memakan telur yang mereka temukan di sungai itu. Tanpa mereka tahu bahwa itu adalah telur naga. Setelah itu, terjadi perkelahian antara naga asli dan naga jelmaan suami istri pencari ikan. Sungai Amandit berubah berwarna merah, yang jadi pertanda bahwa suami istri itu kalah melawan naga. Akhirnya siluman naga itu harus meninggalkan sungai Amandit. Begitulah cerita yang beredar di masyarakat sana.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai seke
Baca
+Pustaka
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Kalau sempat Yura nyusul] Rara adalah sepupu Yura. Yura hanya mencari alasan agar tidak menghadiri acara itu. Ia bosan dengan semua kesombongan saudara saudaranya. Sering kali ia yang hanya karyawan biasa direndahkan oleh mereka. Memang, dahulu Yura sering menyombongkan diri bahwa dirinya akan menjadi orang sukses. Namun kenyataannya hanya bisa menjadi karyawan biasa. Ia malu jika menunjukkan dirinya di hadapan saudara-saudaranya yang kebanyakan orang hebat dan terpandang. Setelah selesai ganti baju dan membersihkan wajah, Yura langsung menuju tempat tidur dan merebahkan tubuhnya untuk kemudian terlelap.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai seke
Baca
+Pustaka
SEKAR (Gadis yang Dinodai Kakak Ipar)

SEKAR (Gadis yang Dinodai Kakak Ipar)

Detik-detik terasa terhitung mundur, semakin kuat doaku saat tangannya sudah menjabat erat penghulu. Ruangan yang diisi puluhan orang ini mendadak hening, hanya ada suara penghulu sebagai waliku, lalu …. “Ananda Calvin Andrayan bin Surya Perkasa, saya kawinkan dan saya nikahkan seorang wanita bernama Sekar Dewi binti Saodah kepada engkau, wali yaitu saya sendiri yang telah diangkat sebagai wali hakim, dengan mas kawin seperangkat alat sholat, emas 50 gram, dan uang tunai 200 juta dibayar tunai!”
1021.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 717 kali sebagai seke
Baca
+Pustaka
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Petaka Mendua Part35 Suasana lamaran yang semula ramai mendadak terfokus kepada Bu Romlah. Ia memang terkenal usil, dan suka mempermalukan orang lain. Bu Romlah, malam ini, ia sukses mempermalukan Aisya. Selain karma, sangsi sosial juga tidak kalah hebatnya. Bahkan, Aisya yang sudah menuai hasil dari masa lalunya, pun. Masih saja di permalukan.
1099.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai seke
Baca
+Pustaka
PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

Sorot matanya menatap pada Sekar yang mulai tersadar. Tangan kanan Sekar seperti mengambil sesuatu yang ia sembunyikan di dalam baju yang ia kenakan. "Apa ini?" tanya Zaki melihat sesuatu yang ada dalam genggaman tangan Sekar. "Ini adalah selendang milik dari Dewi Sekartaji. Kembalikanlah selendang ini pada pemilik danau Ranu Kumbolo, agar kalian semua terhindar dari kutukan buruk itu," lirih Sekar, sesekali wajahnya nampak meringis menahan kesakitan pada bahunya, bekas cakaran harimau.
1025.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 594 kali sebagai seke
Baca
+Pustaka
REINKARNASI

REINKARNASI

Tiba-tiba saja Segara berkata, dan itu cukup membuat terkejut teman Kalila yang berkepala botak. “Siapa dia? Mengapa dia di sini?” “Oh, ini temanku. Perkenalkan, namanya adalah Segara. Dia termasuk aktivis yang menyukai benda-benda kuno, terutama soal pusaka kuno. Aku memang sengaja mengajaknya ke sini supaya dia bisa ikut dalam penelitian kita,” Kalila menerangkan. Tanpa disuruh Segara langsung menjulurkan tangannya kepada teman Kalila yang berkepala botak itu. “Nama saya Segara, saya sangat tertarik untuk melihat situs penemuan kuno ini. Semoga Anda mengizinkan.”
9.946.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai seke
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Gladys Shanum
Cara penulis menyampaikan cerita berlatar kerajaan Kahuripan lalu lompat ke masa 600 tahun mendatang itu, kereeen. Perlu riset pustaka nih untuk dapat setting kerajaannya. Ditunggu uploadnya lagi, Thor.
Marion D'rossi
Kak, ceritanya bagus dan lain dari yang lain. Sebuah cerita di zaman kerajaan yang begitu menggugah selera. Konflik di awal cerita adalah langkah tepat yang Kakak lakukan untuk membuat pembaca tergugah dan ingin terus mengetahui kisah selanjutnya. Dari segi plot, sebenarnya cerita Kakak ini berat
Baca Semua Ulasan
Kinan

Kinan

Cepat pilih yang kau mau Kinan merengek pelan. "Pria selanjutnya pasti lebih parah "Aku tidak punya banyak waktu, cepat pilih Kinan lagi-lagi mendengus kesal, ia menarik asal foto tersebut tanpa memikirkannya terlebih dahul "Emm, oke." Noah memperlihatkan foto pria yang harus Kinan temui besok. "Darren, 29 tahun, Koki di sebuah restoran ternama
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai seke
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Silawan bicara melepaskan pegangan sirambut ikal yang terasa lengket karena keringat. "Aku siapa? Siapa yang cantik?" "Sheilendra. Sella," ucapnya mantap. Silawan bicara bernama Sella itu menonyor kepala sirambut ikal dengan telunjuknya yang lentik. Membuat sirambut ikal mengumpat sambil meringis mengelus-elus dahinya. "Jelas Angaya- lah, sipaket lengkap. Inget ya A-ya cantik." Sirambut ikal Aya terdiam. Sella bohong, sahabatnya itu jelas berbohong. Dilihat dari arah manapun Sella jelas lebih cantik daripada Aya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai seke
Baca
+Pustaka
Tangisku

Tangisku

"Cin,Kamu kenapa kok nangis?" "Aku nggak papa barusan kelilipan pedes banget hehehe." "Loh kelilipan apa kok Sampai kayak gitu air matanya" "Nggak tau tiba-tiba pedes banget tapi sekarang udah enggak kok," sambil tersenyum "Beneran cin nggak papa?" "Iyaaa nggak papa udah lanjutin aja ngerjain soalnya nanti waktunya habis loh."
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai seke
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Mulut Raja Maut tetap terkatup rapat, tapi lama-lama keluar pula darah segar dari sela bibirnya. Tiba-tiba dari arah samping mereka meluncur dua ekor kura-kura berukuran kecil. Dua ekor kura-kura itu meluncur sejajar, di punggungnya berdiri kaki seorang lelaki berikat kepala hitam, berpakaian merah. Orang tersebut tak lain adalah Ki Bwana Sekarat. Kecepatan luncurnya tidak seperti kecepatan berenangnya seekor kura-kura. Tentu saja kura-kura tersebut digerakkan dengan tenaga dalam yang tinggi sehingga Ki Bwana Sekarat mampu melesat bagaikan anak panah, ia melewati bagian belakang Raja Maut, lalu menyambar tubuh Raja Maut dengan cepatnya. Wuuut...! Taaab...!
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 594 kali sebagai seke
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status