Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Setitik Hitam

Setitik Hitam

tanya Fares. “Ya ada sedikit kendala. Tiara tiba tiba pergi gatau kemana. Akhirnya kita semua mencari sampai berpencar ke pemukiman,” ucap Yura menceritakan sambil memasukkan makanan ke mulutnya. Saat kunyahan di dalam mulutnya habis ia melanjutkan. “Oiya, tadi ketemu anak syndrome autism. Ibunya kejam banget, di depan orang diteriakin, gue kesel banget. Bisa ga sih gue laporin ke KPAI,” lanjut Yura.
1.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 65 Beses bilang sekitar sini
Read
+Library
Militer Mengangkat Surgaku

Militer Mengangkat Surgaku

Zahra berucap karena melihat sekeliling tempatnya sekarang. " Tapi,di sini kita gak perlu dengar suara bising kota ! Cukup dengarkan alunan irama burung berkicau ! Merdu...bahkan bisa mengalahkan konser !" Anita tidak kalah berisiknya dengan Zahra. " Ok...selamat pagi semuanya ! Rumah kalian nanti ada di seberang kanan dan di seberang kiri itu tempat kami " ucap salah satu anggota TNI yang sedang bertugas.
105.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 154 Beses bilang sekitar sini
Read
+Library
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Dia pun sewaktu mau mengungkapkan selalu ingat pepatah: kalau tidak ada rotan, akar pun jadi. Bising kendaraan makin merajalela, jalanan di sore hari tampak semakin ramai. Mungkin, efek pulang kerja dan orang-orang yang mau kulineran. Banyak gerobak-gerobak yang ada di pinggir jalan sudah membuka dagangannya. Aktivitas di pinggir jalanan pun tampak sangat meriah dengan lampu-lampu yang menggantung di gerobak-gerobak pedagang kaki lima. Ani masih terpaku di depan Riki, seolah-olah kakinya benar-benar menempel dengan batako yang menjadi penutup tanah. Dia kadang menunduk dan membenarkan hijab yang terkena angin. Kadang juga melemparkan senyum. Namun, dia belum mampu untuk memberikan jawaban ha
3.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 111 Beses bilang sekitar sini
Read
+Library
Era Baru

Era Baru

Apa yang terjadi di sekitarnya benar-benar membuat dia berpikir berbeda dan lebih kritis. “Suasana di sini benar-benar mencekam dan dipenuhi dengan aura buruk. Jalan setapak yang sekelilingnya hanya terisi oleh pepohonan lebat memang memberikan tekanan yang hebat. Apa yang ada di sekelilingku ini benar-benar memberi tekanan yang hebat. Aku tidak mengira akan menemui hal semacam ini ketika berjalan ke Lembah Surawa. Apa mungkin tempat itu seberbahaya seperti yang dirumorkan?”
1058.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.1K Beses bilang sekitar sini
Read
+Library
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Rahang bawahnya bergerak kiri kanan untuk mengurangi perih. Linda melompat masuk ke dalam kamar dan menutup jendela. Saat ia hendak menutup gorden, Jessica mendekat ke jendela dan berkata, “Linda gue tahu rasanya jadi berbeda. Tidak pernah diterima oleh lingkungan di sekeliling kita. Tapi lo gak harus sendirian. Kita bisa berteman.”
106.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 132 Beses bilang sekitar sini
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

Meera menunjuk sebuah gerbang kompleks perumahan yang ada pos jaga di kanan dan kirinya. “Rumah kamu jauh ga dari sana, Ra? Boleh kan aku panggil kamu gitu aja?” tanya Varo saat melihat jarak antara gerbang kompleks dan masjid memang tak jauh. “Dekat, kok. Kamu panggil aku apa aja yang buatmu nyaman, selama itu masih nama aku.” Meera kemudian melangkahkan kakinya menuju gerbang masjid.
1.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 62 Beses bilang sekitar sini
Read
+Library
Gairah yang Terlarang

Gairah yang Terlarang

Menata Masa Depan Setelah sarapan, Adrian mengajak Sienna ke rumah baru mereka—sebuah vila yang terletak di pinggiran kota, jauh dari kebisingan dan keramaian. "Aku ingin kita memulai semuanya dari awal," kata Adrian sambil menggenggam tangan Sienna. "Rumah ini… kehidupan ini… semua untuk kita."
2.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 64 Beses bilang sekitar sini
Read
+Library
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Saat ia berjalan melewati area kafe— Langkahnya terhenti. “Selin?” Ia menoleh. Dan jantungnya langsung berdegup lebih cepat. “Devan." "Ya ampun, nggak nyangka ketemu di sini.” Selin cuma bisa mengangguk kaku, “Iya." “Sendirian?” tanya Devan memecah canggung. “Iya, mampir bentar habis dari kantor.” Devan manggut-manggut. “Aku juga lagi ada urusan di sekitar sini.”
10797 viewsOngoingIdinagdag sa Library 29 Beses bilang sekitar sini
Read
+Library
Seadanya

Seadanya

Imbuh erika " yaudah erika kamu yang semangat nanti gajian traktir bapak ya beli cilok didepan hhha, bapak pamit dulu mau beresi aula diatas senin mau dipakai " pak mamad seraya berlalu meninggalkan erika melanjutkan pekerjaannya "okeh siiip pak, fighting pakk maaf nggak bisa bantu" Erika berteriak pada pak mamad yang sudah berjalan meninggalkan erika
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 88 Beses bilang sekitar sini
Read
+Library
Suamiku, Sayangilah Aku!

Suamiku, Sayangilah Aku!

Kali ini, telepon itu berdering selama beberapa detik dan langsung ditutup orang itu. Sienna duduk di dekat jendela yang bisa melihat pemandangan sungai yang melintasi kota kecil itu dengan beberapa kapal di atas sungai. Kota kecil ini bernuansa klasik dan ada banyak turis yang datang ke sini selama beberapa tahun ini.
9.3856.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 26.6K Beses bilang sekitar sini
Ipakita ang mga Review (296)
Read
+Library
Widya Syari Putri
sudah tahu jalur ceritanya sampai anak² mereka TK, tp tetap menunggu versi di sini karena tata bahasa di sini enak untuk dibaca...berharap authornya update banyak bab perharinya supaya cepet² selesai dr part² yg membosankan
S.n
Saat Penny ketahuan Sienna, banyak komentar dan seru, sekarang saat Sienna ketahuan anak keluarga Shankar sepertinya biasa aja ya.... Tapi jadi ngebaca misterinya terungkap setiap kelipatan chapter 700an kayanya he... Sekarang juga kan chapter 1400an...
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status