Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pulang Kampung Bawa Sultan

Pulang Kampung Bawa Sultan

Tapi justru sikap mudah mengalahnya itu yang bisa meluluhkan kami. Aku menyungging senyum. Merasa menemukan satu lagi konsep kehidupan 'bahwa mengalah tak berarti membawa kekalahan, terkadang justru membawa pada kemenangan. Orang yang mengalah bukan orang yang lemah, melainkan orang yang kuat. Kuat melawan egoisme diri sendiri.' Senyumku memudar bersama dengan adanya ketukan di pintu. Kelvin membuka pintu setelah kupersilahkan.
9.781.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai selalu mengalah
Baca
+Pustaka
Menantu Bintang Lima

Menantu Bintang Lima

"Kita kan, sudah buat kesepakatan kemarin? Kalau Dek Rahayu sampai di Jakarta, kita akan sama-sama jenguk Arfen. Oh, begini ya, ternyata anak saya di mata Dek Rahayu? Habis manis sepah dibuang! Ayo, Papa, Harum, Mbak Sri kita pulang. Untuk apa kita di sini, nggak dihargai sama sekali. Dibohongi juga. Katanya mau apa jadinya apa, gila!" Mengalah bukan berarti kalah! Aku tahu itu tetapi tahukah kalian, mengalah terus-menerus juga membuatku lemah. Tak bergairah. Bayangkan saja, bagaimana rasanya ditekan, ditindih dan digencet-gencet setiap hari? Jangankan memikirkan apa yang harus aku lakukan, sedangkan bertahan saja rasanya lebih dari sulit. Sesak, tersisa!
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai selalu mengalah
Baca
+Pustaka
2'20

2'20

“Apa … kita akan selalu selemah ini?” Gadis itu menggeleng cepat, lalu kembali mengatakannya sekalipun dia ragu, “Manusia akan selalu bisa menang jika dia ingin berusaha. Kau tahu akan hal itu, manusia akan selalu bisa Wonu. Semesta selalu suka dengan mahluk yang keras kepala dan tak pernah mau mengalah, ketika kita sudah melawan, ketika kita sudah memutuskan untuk tetap bertahan. Semesta pasti! Mereka pasti bisa kita kalahkan! Kau harus per—“
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai selalu mengalah
Baca
+Pustaka
Istri Tersembunyi CEO Kejam

Istri Tersembunyi CEO Kejam

"Abel, hapus dulu air mata lo gue pernah bilang kalau gue akan selalu buat lo bahagia. Gue nggak mau lihat kesayangan gue sedih. Gue pingin selalu lihat Abel bahagia, dalam keadaan apapun lo harus tetap senyum. Bahkan di saat hari ini tiba, hari di mana lo tahu sebuah fakta bahwa gue cowok lemah!" Aldi terkekeh, ia menengadahkan kepalanya ke atas menahan air matanya yang akan mengalir. "Gue kalah, Abel. Gue nggak tahan lagi, gue bahkan nggak bisa sekuat lo. Gue udah nyerah duluan!"
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai selalu mengalah
Baca
+Pustaka
Madu Dari Suamiku

Madu Dari Suamiku

Bak kata pepatah, mengalah tidak semestinya kalah, tapi mengalah untuk kemenangan. "Jangan meremehkanku. Diamku ini agar bisa memberi pelajaran lebih sakit lagi pada kalian," batinku dengan tangan terkepal. "Sepertinya mereka sudah selesai, Wi," ucap Sandra. Aku yang hampir saja terbawa emosi mengarahkan pandangan pada kedua pengkhianat itu. Rasa sakit ini mencengkram jiwa. Jika mau menuruti hawa nafsu, ingin rasanya berlari dan menjambak rambut wanita itu, tapi aku harus membujuk hatiku agar sabar sampai semua sudah kugenggam. Bersabar menahan sakit demi untuk sebuah kemenangan.
1022.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 880 kali sebagai selalu mengalah
Baca
+Pustaka
Marriage With Benefits

Marriage With Benefits

Di jamin bakalan harus lebih sering ngalah kalo enggak mau berdebat sampai matahari terbit dari barat. Wilson : Perempuan selalu benar dan menang tidak berlaku kalo lakinya modelan Elang Mahaputra Adikara. Setuju? Gavriel : Setuju. Aku memutar kedua bola mataku dengan malas. Memang aku akui, daripada ketiga temanku itu, aku yang sulit mengalah jika sedang berdebat. Tidak hanya itu saja, aku juga orang yang selalu menuntut untuk dipahami oleh orang lain. Itulah keburukanku dan aku menyadarinya. Pelan-pelan aku menguranginya meskipun belum bisa seratus persen.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai selalu mengalah
Baca
+Pustaka
Memilihmu di Kesempatan Kedua

Memilihmu di Kesempatan Kedua

Perkataan ibunya terus terngiang. 'Hubungan itu seharusnya tidak membuat seseorang terus-menerus merasa lelah.' Rafael mengusap wajahnya. Apa selama ini ia memang terlalu banyak mengalah? Atau justru Citra yang terlalu banyak mengalah kepadanya? Ia tidak tahu. Karena selama ini, setiap kali mereka bertengkar, ia selalu berusaha menyelesaikannya. Kadang dengan meminta maaf. Kadang dengan meyakinkan Citra. Kadang dengan mengalah meskipun ia merasa dirinya tidak sepenuhnya salah. Dan Citra pun melakukan hal yang sama. Lalu mereka kembali baik-baik saja. Sampai masalah berikutnya muncul.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai selalu mengalah
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Duda Impoten

Terpaksa Menikahi Duda Impoten

Brak Lagi dan lagi, Alex langsung terkulai tidak berdaya. Sejak dulu dia memang tidak pernah bisa untuk menang melawan Rayden. Jika bukan karena cara licik dia tidak akan menang. Apalagi dia hanya sendirian, dan entah dimana Jack. Apa dia juga sudah kalah? "Kau bisa membawanya sekarang, tapi aku tidak akan pernah berhenti untuk mengambil dia darimu," Alex berucap di tengah rasa sakit yang dia rasakan.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai selalu mengalah
Baca
+Pustaka
Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Masa kalah mulu dari tadi? “Aku memang nggak ngerti main kayak ginian. Jadi, ya jelaslah aku kalah terus. Wong kamu sering main.” Jawab Alfi kesal. “Terus? Kenapa kamu pilih Asuka terus? Kan aku udah bilang, dia itu lemah.” Kata teman Alfi itu. “Soalnya dia begitu menggoda sih, aku jadi horny melihatnya.” Kata Alfi. “Dasar mesum.” Kata temannya jijik.
915.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai selalu mengalah
Baca
+Pustaka
Pernikahan Suami di Rumah Mertua

Pernikahan Suami di Rumah Mertua

Termasuk berdamai dengan keadaan saat Herdian dan Yana menginjak-injak harga dirinya sebagai wanita. Hidup memang bukan perihal menang dan kalah, terkadang kita harus mengorbankan ego untuk sebuah kemenangan. Sebab kedua hal tersebut bernilai semu, mengalah juga tidak berarti takut, hanya karena ingin mempertahankan kehormatan diri, kita pun perlu mengalah. Selanjutnya, musuh akan menyerah atas kemauannya sendiri saat menyadari kasih sayang yang kita berikan.
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai selalu mengalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status