Menantu Bintang Lima
"Kita kan, sudah buat kesepakatan kemarin? Kalau Dek Rahayu sampai di Jakarta, kita akan sama-sama jenguk Arfen. Oh, begini ya, ternyata anak saya di mata Dek Rahayu? Habis manis sepah dibuang! Ayo, Papa, Harum, Mbak Sri kita pulang. Untuk apa kita di sini, nggak dihargai sama sekali. Dibohongi juga. Katanya mau apa jadinya apa, gila!"
Mengalah bukan berarti kalah!
Aku tahu itu tetapi tahukah kalian, mengalah terus-menerus juga membuatku lemah. Tak bergairah. Bayangkan saja, bagaimana rasanya ditekan, ditindih dan digencet-gencet setiap hari? Jangankan memikirkan apa yang harus aku lakukan, sedangkan bertahan saja rasanya lebih dari sulit.
Sesak, tersisa!
Bab Populer