Menyerah
"Maaf ya, Mas?"
"Nggak pa-pa, namanya juga baru kenal, lama-lama juga akan biasa," jawabku mencoba menghibur Regita.
Pun dipertemuan kedua dan seterusnya, reaksi penolakan yang ditunjukan oleh Zila, tiap kubawa Regita ke rumah. Membelikan mainan dan makanan kesukaan sudah kamu lakukan, hasilnya masih sama saja. Zila akan menangis keras, bahkan tantrum tiap Regita datang.
Hot Chapters