Suamiku Berandalan Sekolah
Adelio mengelus pipiku yang basah.
"Hey, liat gue Ranesya," pinta Adelio, aku menggeleng sambil terisak.
Aku merasa bodoh! Biasanya aku akan sombong, jika aku akan mendapatkan yang aku mau.
Sekarang? Aku mengecewakan sekolah, sungguh tidak ada yang paling pahit dari ini.
"Jangan nangis," kata Adelio, mengangkat daguku.
"Lo tau? Setiap perjuangan pasti ada kegagalan, nanti coba lagi ya?" lanjut Adelio, mengelus kepalaku.