Lebih Baik Kejam daripada Penuh Kasih Sayang
Rainie, yang terlambat menyadari ekspresinya, merasa sangat ketakutan, dan menelan ludah tanpa sadar.
Namun ketika teringat bayi dalam perutnya, Rainie kembali percaya diri, mengelus perutnya, dan berbicara dengan mata merah, “Andy, kutahu kau mencintai istrimu. Tapi dia sudah pergi, nggak akan balik lagi.”
Kalimat ini berhasil menyulut amarah Andy.
Dia menampar Rainie dengan keras.
"Diam! Shanon hanya lagi emosi. Aku akan mencarinya, meminta maaf, dan meminta ampun padanya. Setelah dia tenang, dia pasti akan pulang bersamaku!"