Pengorbanan Demi Suamiku
Estherpengorbanan seorang ibusemangat suamikukata-kata pengorbanancerpen suamiku garang
Toni yang dimaksud Edy adalah suamiku, Tonio.
Menghadapi pujian Edy, aku hanya bisa tersenyum sopan. Lalu dengan senyuman canggung menutupi kain yang basah di dadaku menggunakan lengan.
“Terima kasih pujiannya, Pak Edy.”
Untuk menutupi rasa canggung, aku minum air sedikit demi sedikit, menjilati tetesan air gelas yang menempel di tepi gelas.
Namun saat minum, aku mulai merasa gerah dan sensasi basah di dadaku semakin kuat, bahkan tak bisa ditahan lagi.