Penebusanku, Semoga Kau Senang
Jamuan perpisahan guru itu ada ratusan orang, siapa yang nggak menoleh ke arahnya waktu drama keluarganya terjadi?
Aku malas meladeni omong kosongnya dan langsung berkata, “Kamu salah. Aku sama sekali nggak mau berteman denganmu.”
“Masih ada hal lain yang mau kamu bicarakan?”
Melihat aku sama sekali tidak terpancing emosi, raut wajahnya tampak frustasi.
“Cindy, kamu nggak perlu merasa lebih hebat cuma karena lolos Banduna.”
“Sekarang ijazah itu nggak sepenting dulu. Lagipula kamu ambil Ilmu Komputer, jurusan yang jarang diminati, bahkan orang-orang hampir nggak pernah dengar.”