Sang Penguasa Mutlak
Darah segar mengalir dari mulut Feng Lie, dan napasnya memburu hebat naik turun tidak beraturan.
"Keparat..." desis Feng Lie kesal. Ia merutuki betapa lemahnya dirinya, tak berdaya menghadapi lawan yang berada di tingkatan yang jauh lebih tinggi darinya.
"Sudah cukup main-mainnya, sekarang aku akan serius," ucap pria gemuk itu dengan senyum kejam.
Dalam sekejap mata, ia melesat sangat cepat. Kapak besarnya terayun brutal, mencabik-cabik barisan prajurit dan melempar tubuh para prajurit ke udara.