Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
After We Married

After We Married

Itu sedikit membingungkannya karena Rhea jadi berasa berbicara dengan Hansa sebelum dia menoleh ke arah lawan bicaranya untuk menyadari Reihan lah yang tengah ia ajak bicara. "Aku menyerah menjadi seniman karena aku merasa aku tidak bisa menjadi seniman." Ia menjelaskan. "Kamu bisa menjadi seniman." Sanggah Reihan. "Biasanya orang yang bekerja di bidang hiburan memiliki sense of art." Terang Reihan.
9.515.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai buku seni berbicara
Baca
+Pustaka
Jodoh Salah Tarik 2: JERAT CINTA TEMAN KAKAKKU

Jodoh Salah Tarik 2: JERAT CINTA TEMAN KAKAKKU

Namun senyum itu hilang seketika ketika wanita gempal tadi berkata, “Sekarang kita akan masuk ke sesi berikutnya. Seni berbicara.” Kayla menegakkan punggungnya. Dalam hati, ia berdoa semoga sesi ini tidak lebih menegangkan dari sebelumnya. “Dalam setiap percakapan, pilihan kata dan nada suara adalah segalanya,” wanita langsing itu menjelaskan. “Nona Muda, coba perkenalkan diri Anda seperti sedang berbicara di depan audiensi penting.” Kayla menghela napas. “Saya Kayla .…” suaranya bergetar.
9.849.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai buku seni berbicara
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Barbie Syantik
ceritanya Sakin seruuu.. dan bikin penasaran. Krn seperti yg sdh2 mbak chinta sll main teka-teki untuk tiap lanjutan ceritanya. hehehe lanjut lagi Thor..! kayaknya Thor udah dpt feel dlm novel barunya jd mulai ngalir nulisnya. SEMANGAT!!! love mbak chinta bnyk2.
Dinila Ikhsan
ughh.. lebih keras dan serem amat sih nih kakek nenek!! bukannya makin tua mkn merunduk toh kek-nek,bisa bijak dan legowo gituuu. William jg gak akan sembarang cari istri utk dirinya Krn tau akan posisinya dan nama besar klg yg disandangnya. SEMANGAT!!! kay-will love author...
Baca Semua Ulasan
PASIEN NOMOR SEMBILAN

PASIEN NOMOR SEMBILAN

Juga berandai jika sempat mencari arum manis, mungkin gadis kecil disampingnya itu akan bersikap manis. Bila sudah begini, entah topik pembicaraan seperti apalagi yang harus dicomot demi tercipta komunikasi. "Wow ... lukisanmu bagus, Sya." Spontan si pemuda kota berucap begitu membuka buku yang memuat nama-nama entah siapa.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai buku seni berbicara
Baca
+Pustaka
Ketika Dendam Berbicara

Ketika Dendam Berbicara

Terdengar suara langkah kakinya yang tenang perlahan menjauh. Tiba-tiba, suara seorang wanita datang mendekat, "Oh iya, di mana pria yang kamu bicarakan tadi?" Jerry tampak sedikit gugup, tetapi dia berhasil menyembunyikannya dengan baik. "Kenapa tiba-tiba menanyakan itu, Bu Nadya? Aku sudah mengurusnya." "Nggak apa-apa, cuma hari ini rasanya agak cemas, jadi aku tanya saja. Kalau sudah pergi, biarkan saja."
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai buku seni berbicara
Baca
+Pustaka
Black Finger (Indonesia)

Black Finger (Indonesia)

Tentang sejarah, seni musik, seni rupa, sastra, bahasa, dan buku-buku kuno lainnya. “Meski kamu hidup seratus tahun pun, kamu tidak akan selesai membaca semua buku di sini. Mungkin karena inilah aku datang ke Slavidion, mereka sungguh punya koleksi yang luar biasa.” Isabel mengangguk canggung. Tentu saja, Isabel tak ingin menghabiskan waktunya hanya untuk membaca buku. “Katakan padaku? Dari mana kita harus memulai?” tanya Rin mulai menyingsingkan lengan bajunya. Baju berbahan wol, berwarna cream, dan dirajut dengan sangat apik.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 454 kali sebagai buku seni berbicara
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Dokter Agung

Bangkitnya Dokter Agung

Suasana mendadak sunyi, seolah seseorang menekan tombol mute. Galen mengangguk puas, lalu berdeham. “Hari ini saya ingin berbicara sedikit tentang seni bela diri, dan sesuatu yang berada di atas seni bela diri.” Orang-orang saling berpandangan. “Di atas seni bela diri?” Banyak yang terlihat bingung.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai buku seni berbicara
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Justru di situlah seni berada—di ruang antara fakta dan tafsir. Tanpa tafsir, sejarah hanya jadi catatan dingin. Akang memberi jiwa pada itu semua. Dan bukankah setiap ulasan, baik yang keras maupun yang lembut, sebenarnya tanda bahwa karyamu sudah menjadi bagian dari percakapan yang lebih besar?” Bumi tersenyum, ada gurat lega di wajahnya. “Kau membuatnya terdengar sederhana sekali.” “Karena sesungguhnya memang sederhana,” jawab Sita, kali ini dengan senyum penuh cahaya. “Kau menulis untuk manusia, bukan untuk membuktikan sesuatu. Dan manusia selalu punya ruang untuk disentuh, meski lewat satu kalimat kecil di halaman novelmu, atau satu adegan singkat dalam film.”
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai buku seni berbicara
Baca
+Pustaka
Istri Dadakan Sang Presdir

Istri Dadakan Sang Presdir

Pria itu hanya menyesap anggurnya dengan tenang, namun bibirnya melengkung samar. Percakapan pun mengalir. Mereka berbincang tentang seni kontemporer, perkembangan galeri-galeri Asia, hingga sejarah warna-warna klasik di lukisan Eropa. Sekar begitu hidup saat bicara tentang warna oker tanah dari Jawa, tentang batik sebagai kanvas budaya, dan tentang filosofi gerakan dalam tari tradisional yang bisa dituangkan ke dalam lukisan.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai buku seni berbicara
Baca
+Pustaka
Ketika Karma Berbicara

Ketika Karma Berbicara

"Lucia, jangan berpikir kamu bisa membodohi semua orang dengan berpura-pura lemah untuk mendapatkan simpati. Kalaupun untuk saat ini kamu bisa membodohi polisi, kamu nggak akan bisa membodohi mereka seumur hidup." Bagi seseorang yang menuruti imajinasinya sendiri, mematahkan ilusinya lebih buruk daripada membunuhnya secara langsung. Aku mengeluarkan ponsel dan mencari-cari foto, menunjukkan foto keluargaku untuk ditunjukkan kepada Bakti. Makin melihatnya, wajah Bakti makin tegang.
11.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 343 kali sebagai buku seni berbicara
Baca
+Pustaka
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

sambutku datar. “Hajar, Bob!” sambut teman sebangkunya sambil terkekeh. Ketika mataku melirik tajam padanya, anak itu langsung diam. “Emm, jadi begini, Pak,” anak muda bernama Bobby terdiam sejenak. Lalu, lanjutnya, “Teori seni rupa sudah pernah dibahas sebelumnya di kelas satu. Pasti Bapak akan menjelaskan tentang seni murni dan seni terapan, kan? Aku akan menjelaskan pada Bapak, bahwa seni murni adalah seni rupa dua dimensi atau tiga dimensi yang dibuat oleh seniman hanya untuk bernilai seni semata, contohnya lukisan, patung, ukiran, dan sebagainya.”
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai buku seni berbicara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status