Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kekuasaan dan Kemakmuran: Kembalinya sang Pewaris

Kekuasaan dan Kemakmuran: Kembalinya sang Pewaris

"Tidak ada batas usia untuk seseorang merasa cemburu karena cemburu adalah tanda cinta." Sontak, pipi Shinta jadi bersemu merah begitu mendengar kata-kata Seno ini. Shinta pun menguasai diri dengan cepat. "Apa yang kamu bicarakan, Seno!" decak Shinta sambil menyilangkan tangan di depan dada. Kemudian, dia menambahkan. "Aku mau ke dalam dulu, mau menyiapkanmu mandi. Pasti kamu capek, 'Kan? Badanmu juga bau!"
108.7K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Nansel muncul sambil membawa kotak makan, bahkan sebelum masuk sudah dengan nada akrab berkata, "Juven, aku datang menjenguk. Mari lihat hasil kerjamu seharian ini." Silvano mengepalkan tangan sekuat tenaga, kukunya seolah mengukir rasa marah ke telapak sendiri. Kenapa Nansel bisa berbicara dengan Juvena menggunakan nada seakrab itu?
35.3K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Bucin berujung Sengsara

Bucin berujung Sengsara

Meniru gaya bicara Geino. Syaila menutup mulutnya dramatis. "Dia ngomong gitu sama kamu?" Batara mengangguk. Menyomot satu potong apel yang baru saja bundanya kupas. "Ada juga ada juga. Dia pernah bilang sama aku. Waktu kita masih tinggal di desa kecil, katanya tidak perlu menyesal pernah mengenal orang yang berlaku buruk terhadap kita. Karena sebanarnya dialah yang harusnya menyesal karena maaf tidak akan dia dapatkan dua kali."
1021.8K viewsCompletedAdded to Library 456 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Aku Suka Kamu, Tapi ....

Aku Suka Kamu, Tapi ....

bisiknya saat menunduk di depan Sena. Jantung Sena berdebar-debar tidak karuan. Ia berharap memiliki sebuah sihir yang bisa membuatnya menghilang. Namun, sihir dan hal seperti itu hanya ada di dalam cerita fantasi belaka. “Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?” tanya Reno. Ia sudah duduk di sebelah Sena dan menghidupkan mesin mobil. Bibirnya menyungingkan senyum yang mampu membuat jantung Sena bekerja tidak normal.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 272 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Kasih Abadi

Kasih Abadi

Usir Sedia. “Bercanda doang Di.” Kata Kasih. “Kita mau ngapain sih di sini?” tanya Senja. Sedangkan Sedia dan Kasih masih sibuk dengan ponselnya masih-masing. “Hello gue lagi ngomong sama lu pada, woi.” Teriak Senja yang sukses mengagetkan Sedia dan Kasih. “Apa sih Senja?” tanya Kasih. “Ya makanya kalau ada orang ngomong dengerin.” Jawab Senja.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 168 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
My Part-Time Girlfriend

My Part-Time Girlfriend

mendengar kata - kata bianca, senna tak kuasa menahan senyumannya. “Hey, jaga mulutmu bi!! Jangan bicara sembarangan!! Setahuku kak kanu menyukaimu.” kali ini senna berbisik dengan suara yang sangat pelan dan hanya bianca yang bisa mendengarnya. “Sialan!! Satu tyaga saja membuat kepalaku pusing. Aku tidak ingin memikirkan pria yang lain.” kata bianca dengan nada bergurau. Kemudian keduanya tertawa bersama.
1011.1K viewsOngoingAdded to Library 233 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

sapa gadis itu yang tak lain ada Nana, Kirana. "Ini elo Na, serius demi apa? kok gak ada angin gak ada badai lo jadi begini? tanya Dela yang masih sedikit heran. "Biasa aja dong, ngeliatnya. iya aku hanya mencoba. Aku mau keluar dari titik nyamanku." jawab Nana. "Apa lo sedang di mabuk cinta? sama siapa?" usik Cika sambil menyenggol lengan Nana.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Diselingkuhi Suami, Dinikahi Dokter Tampan

Diselingkuhi Suami, Dinikahi Dokter Tampan

Baginya, Olivia hanyalaha mainan yang dapat dibuang kapan saja, bukannya partner bisnis yang dapat diajak bekerjasama. “Kau pikir aku tidak punya kartu AS? Kau sungguh cerewet ketika mabuk! Kau tahu itu?” Olivia tersenyum sinis, meski tak tampak. Ia merasa berada di atas angin. Olivia dapat mendengar bahwa suara Seno sedang tidak baik-baik saja. Pria itu sedikit merasa goncang. “Dengar ….” Seno akhirnya melunakkan suaranya. “Ayo kita bicara,” ajaknya dengan nada yang cukup ramah.
107.8K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Senja, bagaimana bisa kau bicara seperti itu pada senior?" "Bagaimana aku bicara?" Senja bertanya dengan rasa ingin tahu. "Kata-katamu pada dasarnya menghina kecerdasannya!" Dean merasa frustasi, mencoba menjelaskan ketidaksenangannya. Latar belakang Juwita bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.
3.1K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
Benci Bilang Sayang

Benci Bilang Sayang

Tanya Zia tidak menanggapi ucapan bibi. "Maksud Non, tuan muda Damian ?" Tanya Bibi sambil tersenyum, yang dibalas anggukan Zia. "Tuan muda keluar, tapi kemana nya bibi tidak tahu, karena itu bukan wewenang bibi," jawab Bibi dengan sangat sopan. "Makanlah sedikit, biar ada tenaga kalau mau marah-marah nanti," ucap Bibi lagi dengan bercanda yang akhirnya membuat Zia tertawa kecil.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as bicara itu ada seninya
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status