Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Musim semi rentan terhadap rasa kantuk, dan Damian saat itu sedang mengantuk berat dan bersandar di dinding, tidak senang dengan tugas yang diberikan Toni kepadanya, lalu berkata, "Kenapa harus aku lagi? Aku sudah membersihkan paviliun barat Istana Bugenvil dua hari yang lalu, sampai hampir mati kelelahan." "Ini juga salahmu sendiri," kata Toni. "Kalau kau nggak menjebaknya dengan mencuri giok Kaisar, dia pasti sudah meninggalkan istana dan menikah, dan kita nggak perlu ikut sibuk dengan kekacauan begini setiap hari."
985.7K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Pesan Terakhir Loren Jose

Pesan Terakhir Loren Jose

Namun, nenek mulai menunjukkan tanda-tanda kehilangan kewarasan. Setiap hari, dia berbicara sendiri di depan altar kakek. "Suamiku, kamu sudah bertemu dengan Loren, cucu kita?" "Kalau sudah, bawalah dia dan datang ke mimpiku." "Aku merindukannya." "Aku bahkan nggak sempat melihatnya untuk terakhir kali. Kumohon, biarkan aku bertemu dengannya."
8.2K viewsCompletedAdded to Library 311 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Mas Sena

Mas Sena

“Ibu kangen sama kamu nak, ayo duduk, kamu pasti capek kan?” Ibu Sena pun lalu mengambilkan minuman dan makanan untuk Sena. Sena adalah anak terakhir, sehingga ibunya begitu menyayanginya. “Ibu diam saja disini, Sena bisa sendiri bu.” “Ibu gapapa nak, sudah lama ibu tidak direpotkan olehmu.” “Makasih bu.” Ibu Sena pun mengeluspuncak kepala Sena. Meskipun Sena sudah hampir menginjak kepala tiga, namun bagi ibunya Sena adalah sosok anak lelaki terakhirnya yang manja.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Membiarkanku Jadi Pasien Terakhir

Membiarkanku Jadi Pasien Terakhir

Dalam perjalanan untuk mendaftarkan pernikahan, kami mengalami kecelakaan mobil. Aku dan adik angkatku, Jemima, yang berada di mobil yang sama, langsung dilarikan ke rumah sakit. Ibuku yang dikenal sebagai salah satu dokter bedah terbaik di rumah sakit itu, hanya melirik sekilas ke arah diriku yang punggungnya sudah berlumuran darah. Kemudian, dia buru-buru memanggil seluruh tenaga medis untuk memeriksa Jemima yang hanya mengalami luka sepanjang lima sentimeter di lengannya. "Luka Mima kelihatan jelas dari luar. Kalau nggak segera ditangani, nanti bisa meninggalkan bekas!" "Kita ini ibu dan anak kandung. Kalau sekarang Ibu mendahulukanmu, orang-orang pasti bakal bilang Ibu pilih kasih!" "Set
1.0K viewsCompletedAdded to Library 23 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
KAKEK TUA itu SUAMIKU

KAKEK TUA itu SUAMIKU

Flashback off Sore itu kami dikejutkan dengan kabar Seno yang terkena tabrak lari sampai kakinya patah. Bapak berusaha mencari uang untuk pengobatan Seno. Di kota ini hanya Pakde Parmin kerabat terdekat kami, untuk itulah kami sangat berharap bantuan darinya. Bapak sampai memohon untuk diberikan bantuan operasi pemasangan pen pada kaki Seno, tapi apa yang bapak dapatkan sungguh sangat menyakitkan. Mereka menghina, menertawai, jika bapak meminjam uang, dengan apa bapak akan membayarnya? Bahkan Pakde sampai meludahi bapak, itu aku saksikan sendiri karena saat itu aku menemani Bapak ke rumah Pakde Parmin.
9.722.1K viewsOngoingAdded to Library 596 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Mempelai Pria yang Tertukar

Mempelai Pria yang Tertukar

Bersedekap sembari mengetuk-ngetukkan ujung sepatu pantofelnya. Setelah pembeli terakhir berlalu, Seno bergegas mendatanginya. Air mukanya keruh. Kedua alisnya nyaris menyatu karena ia terus mengerutkannya. "Rimbi, Mas ingin mengatakan sesuatu yang penting. Apakah kamu mengenal Fadil Respati?"
1091.6K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Bodyguard Muda Itu Ternyata Kaya Raya

Bodyguard Muda Itu Ternyata Kaya Raya

Dia duduk bersandar. Kevan menatap Senopati tajam. Kemudian, dia menjawab, "Pak Seno sendiri kalo anaknya sakit atau bahkan sekarat, kira-kira bakalan ngelakuin hal di luar dugaan, nggak?" Senopati tidak merespon pertanyaan Kevan. Dia mati kutu. Miguel tidak percaya bahwa apapun yang dia dan anak buahnya lakukan, selalu kalah dengan Kevan.
9.8129.5K viewsCompletedAdded to Library 5.2K Times as senopati pamungkas
Show Reviews (40)
Read
+Library
Master KidOO
Bab. 127-128. Citra Mr KidOO rusak sudah. Mr KidOO harusnya berdiri sendiri, baik hati, ramah, independen, dan tidak suka menjilat. Tapi, yaa sudahlah, Novel karya adikku. Dia yang mengatur semuanya. Sebagai Kakak yang baik hanya satu kalimat untuknya. “Lanjutkan. Novelnya bagus.”
Zoya Dmitrovka
Halo, Zoyaliciouz! Alhamdulillah, buku Bodyguard tamat hari ini. Thank you so much buat semua pembaca, Bang Nano, Kak Nismairmadiana, Kak KidOO, Bang Ovan, Bang Regazza, Bang Quden and semuanya. Zoya nggak bisa sebut satu-satu (≧⁠▽⁠≦) Kalian luar biasa dan kalianlah motivasi aku menulis.
Read All Reviews
Senandika

Senandika

Pandangannya perlahan mulai kabur, kemudian sekelebat kenangan bersama teman-temannya muncul begitu saja tanpa diperintah seolah menunjukkan ia akan segera meninggalkan orang-orang yang menjadi alasannya untuk tetap hidup sampai beberapa menit yang lalu. Shera tersenyum, senyuman yang tidak seharusnya ia keluarkan di detik-detik ajal menjemput dan entah bagaimana setetes air mata jatuh dari kelopak matanya. Setetes demi tetes akhirnya membasahi wajah Shera, tersenyum sambil menangis menikmati saat-saat terakhir.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

“Elena…” “Dihapus.” “Namaku…” “Direvisi.” Adrian jatuh berlutut. Prime mengangkat pena hitamnya. “Kalimat terakhir dunia ini adalah milikku.” Namun, sebuah tangan menyentuh bahu Adrian. Elena. Matanya berkaca-kaca. Di sampingnya, Ayla memegang halaman terakhir yang ditemukan. “Aku percaya padamu,” kata Elena. “Dan aku... selalu mencintaimu,” bisik Ayla, dengan suara genting namun nyata.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Bangkitnya Pemburu Siluman Vol.1

Bangkitnya Pemburu Siluman Vol.1

kata Setho Gentala. “A-Apa maksudmu, Kisanak?” kata Senopati Daksa tampak terpaku mendengar pernyataan lelaki asing ini. Tapi, salah satu firasat buruk telah mulai menguasai dirinya, melihat keadaan dirinya semakin jauh dari yang biasanya ia rasakan. “A-Aku sama sekali tidak mengerti.” “Kau jelas mulai memahami keadaannya, Senopati... ah, kau bukan lagi senopati.”
101.7K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status