Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PENDEKAR MACAN KUMBANG

PENDEKAR MACAN KUMBANG

tanya Lintang Ayu Kencana yang jelas membuat Sang Senopati Cakra Larang. "Apa Paman lupa dengan Lintang?" tanya Angga sambil tersenyum, seakan seluruh ingatan tentang dirinya sudah kembali. Sepertinya peristiwa di puncak Gunung Paladu, Jati Luhur sudah mengembalikan ingatan dari Angga Saksana. Melihat apa yang terjadi di hadapannya, maka marahlah Senopati Cakra Larang. Pria yang biasa kalem kini berubah beringas, akan berbalik arah untuk melawan arus.
9.852.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai senopati pamungkas
Baca
+Pustaka
The Last Queen

The Last Queen

Ia telah berusaha dengan baik ia yakin nama terakhir itu akan menjadi miliknya. "Keenam, Saptaji." Damar terduduk lemas setelah mendengar nama terakhir yang disebut oleh senopati. Ia sangat kecewa dari enam nama yang disebutkan tadi tak ada namanya di sana. "Selamat untuk nama-nama yang telah berhasil lolos," tutup senopati sebelum ia meninggalkan tempat.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai senopati pamungkas
Baca
+Pustaka
Selingkuhan Nyonya Muda Bukan Bodyguard Biasa

Selingkuhan Nyonya Muda Bukan Bodyguard Biasa

Seno mengangguk ragu. “Aku pinjam.” Noah mengadahkan tangannya. “Aku ada keperluan mendadak. Nenekku tiba-tiba dilarikan ke rumah sakit, dia ingin cucunya menemaninya di saat—” Noah menghela nafas sedih. “Jika ini adalah waktu terakhirnya, setidaknya aku harus mendampinginya.” Seno menjadi iba dan memberikan kunci motornya pada Noah. “Hati-hati. Itu motor baru aku beli 2 bulan lalu.”
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai senopati pamungkas
Baca
+Pustaka
Terjerat Pria Masa Lalu

Terjerat Pria Masa Lalu

"Dia pontang-panting mendatangi rumah sakit demi rumah sakit, untuk mencari bayinya. Hmmm... siapa namanya?" "Magika," jawab Alisha singkat. "Ya, Arya sedang kebingungan seperti orang gila mencari Magika." Senopati tersenyum miring lantas menatap layar ponsel yang baru saja bergetar dari balik saku celananya. "Saking gilanya sampai-sampai ia lupa kalau belum memeriksa di rumah sakit milik keluarganya sendiri. Antara gila dan bodoh menahun kan?" imbuh Senopati lantas terkekeh saat menunjukkan nama penelpon yang berkedip di layar ponselnya ke depan wajah Alisha.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai senopati pamungkas
Baca
+Pustaka
Panggilan Terakhir Pacarku

Panggilan Terakhir Pacarku

tolong bilang sama mama tolong buatkan ayah kopi satu" Dan di situ aku baru tahu anak kecil itu ternyata adik nya rina yaitu nisa,saat meninggalnya rina umurnya sekitaran enam tahun. ''Kamu sayang banget ya sama rina ya? tapi gini rii ,om burhan ,tante mona dan nisa itu udah mengikhlaskan rina jadi, arii ga perlu susah-susah untuk mencari tahu siapa lagi pelakunya,om Burhan pun tahu pasti berat bagi kamu kehilangan rina ya kan?'' "Ari sudah hampir sepenuhnya mengikhlaskan rina,karena mau bagaimana pun itu juga sudah takdir,tapi saya hanya ingin tahu siapa yang membunuh rina"
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai senopati pamungkas
Baca
+Pustaka
Hamil Muda

Hamil Muda

Aku hanya tertawa kecil menanggapi ucapan umi, sedangkan mas Adam terlihat sedikit malu. Setelah makan kami langsung pulang ke pesantren, di dalam mobil umi mendominasi percakapan. Dia bercerita banyak tentang pesantren, dia bilang pesantren ini dulu yang mendirikan kakeknya, terus di wariskan ke ayah umi, dan habis itu di wariskan ke umi dan kini mas Adam yang memimpin pesantren. Jarak setasiun ke pesantren cukup jauh, dengan jalanan yang berkelok dan pemandangan bukit-bukit yang menjulang tinggi. Membuatku tidak berhenti berdecak kagum.
1016.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 659 kali sebagai senopati pamungkas
Baca
+Pustaka
Pesona Paman Seno

Pesona Paman Seno

Dan Seno tidak menerima penolakan sewaktu itu. Apa sekarang Rindu merasa jijik dengannya? Pria tua yang sudah lancang memiliki perasaan cinta terhadap dirinya? Apalagi dengan status Seno yang masih seorang suami dari sang bibi. "Apa Paman serius dengan ucapan Paman tadi?" tanya Rindu masih dengan posisi memunggungi Seno. Seno perlahan bangkit dari posisi berbaringnya dengan netra yang tak lepas menatap punggung Rindu yang tampak ringkih.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai senopati pamungkas
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Orang yang tidak tahu malu memang selalu punya alasan untuk melarikan diri dari dosa. "Andi, apa maksud ucapanmu itu?!" Chika tiba-tiba muncul di pintu ruang rawat seperti hantu penasaran. Wajahnya sangat pucat, rambutnya mulai menipis, dan tubuhnya kurus kering seperti kerangka manusia. "Apa maksudnya minta aku kembaliin semua yang dulu dia kasih ke aku?" Dia tampak mulai gila dan berteriak dengan lemah, "Andi, apa yang sudah kamu lakuin ke aku? Apa yang kamu ambil dariku?! Pantas saja belakangan ini aku merasa tubuhku makin memburuk."
12.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai senopati pamungkas
Baca
+Pustaka
Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris

Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris

Kalimat itu menggema di dalam kepalanya, memicu pecahan memori lama yang mendadak berputar laksana film usang. Ingatan Salsabila melesat ke sore kelabu lima tahun lalu, tepat di hari pemakaman ibunya. Dua orang pelayan berbadan besar atas perintah Jasper sedang menyeret tubuh ringkihnya yang berusia lima belas tahun ke pintu keluar. Pakaian hitamnya kotor oleh tanah makam, sementara Jasper berdiri di ambang pintu menyaksikan adegan itu tanpa kedipan mata.
9.2780 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai senopati pamungkas
Baca
+Pustaka
Semalam Dengan Sepupumu

Semalam Dengan Sepupumu

“Rama benar Pah, apa yang kita miliki ini sudah cukup untuk masa depan anak cucu kita nanti. Kita sudah tua, jangan menyiksa diri memikirkan hal yang tidak akan kita rasakan. Mama tidak yakin bekal kita cukup untuk di akhirat nanti.” “Kalian … Arghh.” Denis mengerang sambil memegang dada kirinya. Malika dan Rama langsung menghampiri, riwayat penyakit Denis adalah jantung dan hipertensi. “Pah, duduk dulu.” Malika mengarahkan suaminya untuk duduk. “Aku hubungi dokter,” usul Rama langsung mengeluarkan ponselnya. Denis masih meremas dadanya sambil memejamkan mata dan mengatur nafasnya.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai senopati pamungkas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status