Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sekertaris Kesayangan Tuan Seno

Sekertaris Kesayangan Tuan Seno

Agatha sungguh tak berdaya, dia belum memiliki cukup uang untuk berobat Ibunya yang saat ini mengidap penyakit kombinasi bahkan tumor pada bagian perutnya kian selalu saja parah. "Agatha tolong Ibu!" ucapnya dengan lesu. "Apa Ibu? Bagian mana yang sakit?" Sang Ibu menunjukkan perut bagian kirinya, Agatha sangat tahu apa yang diharapkan Ibunya kepada dirinya yaitu adalah sebuah pengobatan. Namun biaya untuk penyakit Ibunya sangatlah mahal dan hanya satu orang saja yang bisa membantu dia, lalu orang itu adalah.... *** Seno yang tengah menatap layar komputernya sambil menyentuh kepalanya yang sangat sakit, dia sangat lelah bekerja. Namun posisinya saat ini sangat penting dan sang Ayah telah mem
105.8K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Dewa Dewi Kerajaan Sanggabumi

Dewa Dewi Kerajaan Sanggabumi

Mereka berdua tertegun. "Bukankah Pangeran Gagat datang kemari untuk melamar menjadi senopati di Sanggabumi?" tanya Ki Jalapati. Patih satu Diro Menggolo tersenyum dan kini mengalihkan pandangannya ke arah Ki Guru Saloka dan Ki Jalapati. "Memang betul. Pangeran Gagat datang kemari untuk menjadi senopati kecil, membantu tugas Senopati Satria Cakra." Lantas Patih satu Diro Menggolo menghela nafas panjang. "Pangeran Gagat telah membuat kesalahan fatal yang akhirnya menimbulkan murka Gusti Prabu Arya Pamenang. Dan sekarang dia tengah menjalani masa hukuman selama enam purnama."
104.0K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Mengejar Cinta Puteri Bangsawan

Mengejar Cinta Puteri Bangsawan

"Ia pasti marah orang-orangnya diperlakukan seperti binatang." "Hutan hitam sangat luas, kita belum separuhnya menempuh perjalanan," ujar pendekar berjuluk Cemeti Petir. "Bagaimana jika persembunyian mereka berada di perbatasan Laut Selatan? Usaha kita sia-sia." "Aku kira senopati takut melihat kita," tukas kawannya. "Lima Peminum Teh adalah penguasa kegelapan." "Senopati Aryaseta baru pulang dari masa depan," sahut pendekar di sampingnya. "Konon ia membawa istri yang cantik jelita."
103.2K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Terjerat Pria Masa Lalu

Terjerat Pria Masa Lalu

"Dia pontang-panting mendatangi rumah sakit demi rumah sakit, untuk mencari bayinya. Hmmm... siapa namanya?" "Magika," jawab Alisha singkat. "Ya, Arya sedang kebingungan seperti orang gila mencari Magika." Senopati tersenyum miring lantas menatap layar ponsel yang baru saja bergetar dari balik saku celananya. "Saking gilanya sampai-sampai ia lupa kalau belum memeriksa di rumah sakit milik keluarganya sendiri. Antara gila dan bodoh menahun kan?" imbuh Senopati lantas terkekeh saat menunjukkan nama penelpon yang berkedip di layar ponselnya ke depan wajah Alisha.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 48 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

Gelagatnya yang malu-malu kucing tak bisa disembunyikan dari siapa pun. Senopati Wibisana yang berpijak di anak tangga batu hanya bisa menelan luka patah hati. Dia sadar bila saingannya adalah Jaka Purnama, maka mana mungkin dia bisa menang. Dunia asmara memang menyakitkan. “Apa sudah selesai ngobrolnya?” tanya sang Senopati yang dari tadi diam bagaikan patung.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 210 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Panggilan Terakhir Pacarku

Panggilan Terakhir Pacarku

tolong bilang sama mama tolong buatkan ayah kopi satu" Dan di situ aku baru tahu anak kecil itu ternyata adik nya rina yaitu nisa,saat meninggalnya rina umurnya sekitaran enam tahun. ''Kamu sayang banget ya sama rina ya? tapi gini rii ,om burhan ,tante mona dan nisa itu udah mengikhlaskan rina jadi, arii ga perlu susah-susah untuk mencari tahu siapa lagi pelakunya,om Burhan pun tahu pasti berat bagi kamu kehilangan rina ya kan?'' "Ari sudah hampir sepenuhnya mengikhlaskan rina,karena mau bagaimana pun itu juga sudah takdir,tapi saya hanya ingin tahu siapa yang membunuh rina"
1.8K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Hamil Muda

Hamil Muda

Aku hanya tertawa kecil menanggapi ucapan umi, sedangkan mas Adam terlihat sedikit malu. Setelah makan kami langsung pulang ke pesantren, di dalam mobil umi mendominasi percakapan. Dia bercerita banyak tentang pesantren, dia bilang pesantren ini dulu yang mendirikan kakeknya, terus di wariskan ke ayah umi, dan habis itu di wariskan ke umi dan kini mas Adam yang memimpin pesantren. Jarak setasiun ke pesantren cukup jauh, dengan jalanan yang berkelok dan pemandangan bukit-bukit yang menjulang tinggi. Membuatku tidak berhenti berdecak kagum.
1016.7K viewsOngoingAdded to Library 651 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Pesona Paman Seno

Pesona Paman Seno

Dan Seno tidak menerima penolakan sewaktu itu. Apa sekarang Rindu merasa jijik dengannya? Pria tua yang sudah lancang memiliki perasaan cinta terhadap dirinya? Apalagi dengan status Seno yang masih seorang suami dari sang bibi. "Apa Paman serius dengan ucapan Paman tadi?" tanya Rindu masih dengan posisi memunggungi Seno. Seno perlahan bangkit dari posisi berbaringnya dengan netra yang tak lepas menatap punggung Rindu yang tampak ringkih.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Orang yang tidak tahu malu memang selalu punya alasan untuk melarikan diri dari dosa. "Andi, apa maksud ucapanmu itu?!" Chika tiba-tiba muncul di pintu ruang rawat seperti hantu penasaran. Wajahnya sangat pucat, rambutnya mulai menipis, dan tubuhnya kurus kering seperti kerangka manusia. "Apa maksudnya minta aku kembaliin semua yang dulu dia kasih ke aku?" Dia tampak mulai gila dan berteriak dengan lemah, "Andi, apa yang sudah kamu lakuin ke aku? Apa yang kamu ambil dariku?! Pantas saja belakangan ini aku merasa tubuhku makin memburuk."
12.5K viewsCompletedAdded to Library 249 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris

Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris

Kalimat itu menggema di dalam kepalanya, memicu pecahan memori lama yang mendadak berputar laksana film usang. Ingatan Salsabila melesat ke sore kelabu lima tahun lalu, tepat di hari pemakaman ibunya. Dua orang pelayan berbadan besar atas perintah Jasper sedang menyeret tubuh ringkihnya yang berusia lima belas tahun ke pintu keluar. Pakaian hitamnya kotor oleh tanah makam, sementara Jasper berdiri di ambang pintu menyaksikan adegan itu tanpa kedipan mata.
9.2646 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as senopati pamungkas
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status