Takdir Cinta Sang Ahli Waris
Memandang ke langit hitam yang dipenuhi bintang, remang-remang oleh cahaya bulan sabit yang indah.
"Senang ya jadi bintang, selalu terlihat indah!" seru Melanie.
Ben menoleh, gadis itu masih menatap ke atas.
"Kamu iri sama mereka, untuk apa? Bagiku kamu itu lebih dari sekedar bintang di langit sana. Kamu itu ... seperti matahari. Saat pagi datang kamu menyinariku dengan kasih sayang, ketika malam menjelang ... kamu tetap memberiku cinta yang indah. Seperti matahari yang nggak pernah meninggalkan bumi, saat malam ia meminjamkan sinarnya pada bulan agar bumi tetap terang. Kamu lebih dari itu, kamu segalanya bagiku. Aku nggak tahu apa aku akan sanggup hidup jika kamu pergi dari aku!" ungkapnya.
Hot Chapters