TEMAN WANITA AYAHKU
Nek Nian melangkah pelan di samping mereka, sorot matanya mengamati keramaian dengan raut tenang, seakan mall itu hanyalah persinggahan singkat di tengah perjalanan panjang mereka.
Suasana penuh hiruk pikuk, musik dari pengeras suara, suara tawa anak-anak, dan aroma roti panggang dari kafe di sudut lorong bercampur jadi satu. Namun, di balik semua itu, May merasa ada jarak tipis yang memisahkan dirinya dari keriuhan, seolah dia berjalan di tengah keramaian tanpa benar-benar menjadi bagian darinya.
“Ayo, ke toko yang itu,” tunjuk Raya, matanya berbinar melihat papan diskon besar.