Ada perasaan lega yang aneh saat membaca ending 'Serena' Bab 7. Aku selalu membayangkan adegan di mana dua karakter utama akhirnya duduk di tepi danau, diam tetapi penuh makna. Mungkin penulis sengaja membuat mereka tidak perlu banyak bicara—cukup dengan tatapan dan senyuman kecil, semua konflik sebelumnya seperti menguap.
Yang bikin gregetan justru detail kecilnya: bagaimana jari-jari mereka nyaris bersentuhan tapi belum benar-benar bertemu, atau angin yang membawa daun maple tepat di antara mereka. Ending ini bukan tentang klimaks meledak-ledak, tapi lebih seperti teh hangat di sore hari—pelan tapi menghangatkan. Aku sempat kepikiran sampai tiga hari setelah tamat, terutama bagian di mana si tokoh utama memutuskan untuk memilih jalan sendiri, bukan karena paksaan orang lain.