Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN

DEKAPAN POSESIF PRIA DINGIN

Mereka berdiam dalam keheningan selama beberapa saat, keduanya larut dalam pikirannya masing-masing. “Aku melihat bagaimana kamu bekerja sama dengan Ares dan Arra,” mulai Serena dengan suara yang tenang, melihat ke arah jendela yang menghadap kota Los Angeles yang sedang bersinar dengan lampu-lampu malam. “Kamu sudah berubah banyak, William. Tidak lagi hanya fokus pada angka dan keuntungan semata.”
706 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai serena chapter 77
Baca
+Pustaka
ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar

ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar

Dia mengompres dahi Sera yang panas membara dengan kain basah, menyeka keringat yang terus mengalir dari tubuh gadis itu, membisikkan kata-kata penenang yang dia simpan begitu lama di dalam dadanya. Keenan duduk di kursi dekat pintu, mengawasi dalam diam, terlalu syok untuk bicara banyak, hanya sesekali membawakan air hangat atau kain bersih ketika diminta. Sera terus mengigau sepanjang malam, tubuhnya masih berjuang melawan energi asing dunia yang menolaknya. "Mama... Mama jangan pergi lagi," racaunya, air mata mengalir dari sudut matanya yang tertutup. "Kumohon jangan pergi lagi..."
8.85.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai serena chapter 77
Baca
+Pustaka
Tawanan Hati sang Penguasa

Tawanan Hati sang Penguasa

Sean justru mengalihkan pandangan. Mau bagaimana lagi, hutang-hutangnya akan dianggap lunas jika rentenir tua bernama Aroon tersebut diizinkan untuk menyentuh Serena. Tak ada lagi yang bisa wanita itu lakukan selain hanya menangis meratapi nasib. Bibirnya kini bahkan ditutup menggunakan lakban. Membuatnya tak mampu lagi mengeluarkan suara. Tetesan demi tetesan dari sudut matanya mewakili betapa hancur dan kecewa perasaannya saat ini. Sebuah kamar hotel kini menyambut kedatangan Serena. Tubuhnya dilempar ke atas ranjang sebelum akhirnya pria bernama Aroon tersebut mendekat dan berusaha menyentuhnya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai serena chapter 77
Baca
+Pustaka
Kejahatan Termanis

Kejahatan Termanis

Ia lantas segera menyeberang karena lampu sudah hijau, bersyukur ia berjalan cepat sehingga sudah sampai di pinggir jalan sebelum lampu berubah menjadi merah. Nevilla melangkahkan kaki menuju lift, ia menekan angka delapan dan lift berjalan ke atas. Ia kemudian keluar dari lift setelah pintunya terbuka, mencari kamar nomor 77, ia memencet bel ketika telah sampai di kamar Serena. Serena mempersilakan Nevilla masuk. Tidak biasanya Serena tak menanyakan apa pun. Ia jadi agak lumayan tenang. “Aku minta maaf karena meninggalkanmu begitu saja,” lirih Nevilla.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai serena chapter 77
Baca
+Pustaka
SUAMI KE-15 NONA SERENA

SUAMI KE-15 NONA SERENA

Dante tak mengatakan apapun lagi selain pesan yang dia kirim siang tadi. “Huhh…. Tenang kenapa kau bertingkah seperti sehabis mencuri dan takut tertangkap basah hah?” bentak Serena pada dirinya sendiri. Serena langsung mengambil tasnya yang ada di atas meja dan berjalan ke luar ruangan dengan gaun merah yang membungkus lekuk tubuh indah gadis itu. Serena menekan lantai paling atas untuk menuju rooftop sambil memegang dadanya yang berdetak sangat kencang sejak tadi.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai serena chapter 77
Baca
+Pustaka
Jejak Cinta di Pulau Serenova

Jejak Cinta di Pulau Serenova

Embun masih melekat di daun-daun kelapa ketika Vennesa melangkah ke dapur. Udara pagi di Pulau Serenova terasa segar, sedikit lembap selepas hujan semalam. Dia menyalakan api kecil di dapur gas, ingin membuat kopi hitam kesukaannya. Namun, baru beberapa detik air mendidih, telinganya menangkap suara deras dari luar. Ssshhhh! bunyinya cukup kuat, seolah ada pancuran terbuka.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai serena chapter 77
Baca
+Pustaka
Layunya Cinta sang Nyonya

Layunya Cinta sang Nyonya

Dia masih ingin mengejar Ernes. *** Serena sudah sampai di rumah dengan wajah sangat pucat dan mual-mual. Pelayan yang mengetahui kalau Serena sedang tidak sehat pun segera membuatkan minuman hangat dan menawarinya obat. Namun dengan tegas Serena menolak. Dia hanya ingin menyendiri di dalam kamar dan tidak membolehkan seorangpun mengganggu termasuk kedua anaknya. Serena ingin memejamkan matanya agar bisa istirahat dan terlelap, tapi bayangan akan perselingkuhan Ernes dan Olivia segera terlintas membuat air matanya menetes dari kedua matanya.
1039.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 949 kali sebagai serena chapter 77
Baca
+Pustaka
Tinggal Bersama Bos Cantikku

Tinggal Bersama Bos Cantikku

Serena berkata dengan nada dingin, "Orang yang benar-benar kotor adalah kamu, Silvan. Selamat tinggal untuk selamanya!" "Aaahh!" Tubuh Seth dipenuhi cahaya putih yang meledak-ledak. Diiringi dengan suara ledakan keras, Silvan hancur menjadi debu, lalu menghilang tanpa jejak. Detik berikutnya, Serena dan Karen berlutut dengan satu kaki secara bersamaan, menangkupkan tangan sambil berkata, "Kami berdua memberi hormat."
9.9391.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai serena chapter 77
Baca
+Pustaka
Raja Iblis Itu Terobsesi Padaku

Raja Iblis Itu Terobsesi Padaku

“Akan kuantar.” Serena mengangkat kepala. “Aku bisa kembali sendiri.” Namun kalimat penolakan itu terlambat keluar. Lucifer sudah lebih dulu menjentikkan jarinya. Asap hitam muncul dari bawah kaki mereka. Serena refleks menahan napas. Sensasi itu masih terasa aneh baginya. Seolah tubuhnya ditarik ke tempat lain tanpa sempat bergerak.
323 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai serena chapter 77
Baca
+Pustaka
Dijodohkan Dengan Ayah Tunggal

Dijodohkan Dengan Ayah Tunggal

"Mas,” Serena berdiri di dekat sofa, menatap Arkan yang sedang fokus pada ponselnya. “Kan hari ini aku ada janji sama Ibu dan Eliza. Kalau aku bawa Nayel ikut, boleh nggak?” Arkan menggeser ponselnya, lalu mematikannya. Ia menoleh ke arah Serena, sorot matanya serius tapi tidak dingin. “Emang mau ketemuan bahas apa sama Ibu?”
10710 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai serena chapter 77
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status