Selubung Memori
dia membuka halaman lain, melihat titik tertentu di lembaran seolah menandai sesuatu, “empat puluh tiga dia mimpi tentangmu.”
Aku sempat terdiam, mencoba memahaminya. “Normal?”
“Aku belum pernah dengar enam tahun bermimpi seaktif itu ke satu subjek. Hampir setiap malam dia punya mimpi. Dan mimpi tiap orang takkan cuma sekali dalam periode tidur. Bisa lima, enam, atau lebih. Ini,” dia mengangkat buku, “bukan berarti semua mimpinya tertulis. Fal takkan ingat sebagian mimpinya. Kebanyakan hanya yang berkesan. Empat puluh tiga kali kau memberi kesan di mimpinya.”
Hot Chapters