Seribu Pintu Sindukala
Daripada emosinya terpancing, ia memutuskan melanjutkan perjalanan.
Jalur demi jalur yang mereka lalui seakan tiada habisnya. Semakin jauh mereka bergerak, udaranya semakin lembab, dingin, dan suram. Dalam gulungan waktu yang terus bergulir, tidak jarang mereka menemukan jalan buntu, yang di permukaan tanahnya, ada semacam tangga yang membawa mereka masuk ke ruang bawah tanah kosong. Mereka menaiki dan menuruni tangga, dan muncul di permukaan jalan yang serupa, seolah mereka hanya berputar-putar di tempat yang sama. Kebingungan dan kewaspadaan yang diikuti sedikit rasa takut memenuhi udara di sekitar mereka.
Hot Chapters