Sang Sekretaris
“Kita biasa menghabiskan waktu di sana, kan, jadi nggak ada—”
“Please,” putus Bening sudah terlalu pusing dengan kondisi Sinta yang masih belum membaik dengan sempurna. “Untuk sementara, biarin aku konsen sama kondisi uti dulu. Biarkan satu masalah selesai, baru kita lanjut yang lainnya.”
“Dan aku digantung? Begitu?”
Bening berdecak sambi memijat pelipisnya. “Nggak gitu, Christ. Tolong pahami posisiku di sini. Selama ini, aku cuma punya uti—”
Hot Chapters