Terjerat Dekapan Mama Pacarku
"
Tante Meri menghela nafas lega, mengecup kening putrinya dengan hangat.
Tapi, ketika wanita itu menegakkan kembali tubuhnya dan berjalan mendekati meja meja untuk melihat botol-botol obat Liona, pandangannya mendadak terhenti pada sebuah sudut.
Di sana, sebuah vas kaca bening berdiri anggun, menampung beberapa kuntum bunga mawar merah segar yang kelopaknya masih meneteskan sisa air embun.
Warna merah merona dari kelopak mawar itu tampak begitu mencolok dan memberikan nuansa keindahan yang segar di dalam kamar tersebut.
Dahi Tante Meri berkerut halus, bukan karena curiga, melainkan karena rasa kagum dan penasaran yang polos.