Terjebak Dendam dan Gairah
Riri berdiri sejenak di depan mobil, dalam hatinya hanya satu doa, “Aurel sayang… tunggu Mama. Mama datang. Jangan takut, Nak. Semuanya akan baik-baik saja."
Kini semua tidak ada lagi ragu. Tidak ada lagi penundaan. Mereka semua tahu, kali ini, mereka harus menang. Aurelia harus kembali ke pelukan mereka tanpa terluka sedikit pun.
***
Di bawah remang lampu luar, tiga mobil SUV hitam sudah berjajar. Bagasi belakang terbuka, memperlihatkan perlengkapan yang ditata cepat tapi rapi, senjata laras pendek, senter taktis, headset komunikasi, thermal scope, hingga rompi anti peluru.
Hot Chapters