Dompet Tak Terbatas
Pak Budi tersenyum tipis, lalu mengangkat ponselnya, menelpon seseorang kepala pelayan yang disebut-sebut tadi.
“Dimas,” kata Pak Budi hati-hati, “dari penilaianku, mereka tidak berniat mencelakaimu. Kalau memang ingin menyakitimu, mereka tak akan menghadiahkan mobil senilai Rp20 miliar.”
Ia melirik mobil itu sekali lagi.
“Belum lagi kelangkaannya… nilainya bahkan terus naik.”
Dimas tetap diam, menatap McLaren itu tanpa berkedip.
Hot Chapters