Pura-Pura Buta
Untung di sisi kami berjalan tidak ada orang lain selain kami bertiga.
"Maaf, lupa," akunya dengan menepuk jidat.
"Sudah ya, kalau di tempat umum dan ramai seperti ini jangan dibahas lagi. Cukup sampai di sini saja. Sudah kubilang itu masih wacana, belum kejadian." Kucoba memperingatkan mereka lagi. Menyesal kalau tahu akan seperti ini. Mereka memang susah buat diajak untuk tutup mulut, sering keceplosan. Harusnya aku diam saja, tidak perlu menceritakan yang sifatnya rahasia. Ini bisa jadi bumerang untukku di kemudian hari.