KETIKA SI BUNGA DESA JADI PEMBANTU DI KOTA
jawab gadis yang mempunyai paras cantik itu, cengengesan.
"Baru di peringatkan tadi malam, sekarang sudah berulah lagi.
Coba kamu contoh itu Sekar, dia sangat rajin, pekerjaannya selalu beres, gak kayak kamu!" cerca bu Raya, kesal.
Mendengar dibandingkan lagi dengan Sekar, kebencian di hati Sisil, semakin menggunung pada gadis yang selalu ia panggil gadis kampung itu.