Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Good Girl

Good Girl

Aku menajamkan pendengaranku agar bisa mendengar suara di luar bilik. "Ya begitulah. Nggak mungkin ada yang bisa nolak pesona gue, kan? Apalagi cowok kayak si Sean Gervino itu." Su-suara ini ... Aku menutup mulutku tidak percaya. Tidak mungkin dia ... merebut pacarku, kan? "Betul sih. Mana ada yang bisa nolak pesona Ceysa Aditi? HAHAHA." Air mataku mulai menumpuk di pelupuk mata. Aku tidak percaya Ceysa akan setega ini.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai she's in the rain
Baca
+Pustaka
Rain Sound

Rain Sound

Rain Sound Bahrain memandang gadis yang tengah duduk dikursi pojok kantin sekolah, ia sendiri karena teman-temannya terlalu sibuk ngebucin sehingga dirinya ditinggal sendirian. Ya walaupun ia memiliki kekasih akan tetapi harinya terlalu sibuk dengan urusan sekolah, pemuda itu beranjak pergi saat gadis yang ia perhatikan menoleh lalu menatapnya dengan alis yang berkerut herab. Aneh, ... ia merasa diperhatikan namun tak tau oleh siapa, karena Vera terus memanggilnya jadi gadis itu langsung menoleh tanpa mau peduli lagi.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai she's in the rain
Baca
+Pustaka
Rain do for you

Rain do for you

Meskipun begitu, mereka selalu menjadi incaran para pria. "Hujan!" gumamnya sambil memandang rintik air yang berjatuhan. Ia tersenyum sinis seraya mendengus pelan. Dia merapatkan jubah tidurnya, merasakan dinginnya hujan yang menerjang badan. Terra benci hujan, ia tidak suka. Hujan membuatnya selalu teringat pada sesuatu yang sangat menyakitkan baginya. Dor!
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai she's in the rain
Baca
+Pustaka
Sunshine In The Rain

Sunshine In The Rain

Bahkan saat orang-orang itu mulai pergi saat guntur mulai terdengar dan kilat petir di atas langit terlihat, Arthemis tidak peduli. Wanita itu enggan beranjak hanya karena angin berembus kencang dan rintik hujan mulai jatuh membasahi tanah. Arthemis tetap bergeming dengan tubuhnya yang bergetar. Wanita itu terus menangis kencang. Seolah mengerti perasaannya, hujan itu terus bertambah deras, angin semakin bertambah kencang, petir dan guntur bersautan di atas sana.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai she's in the rain
Baca
+Pustaka
Sebelum Hujan Membasahi

Sebelum Hujan Membasahi

Aku teringat dia memberi pesan singkat, dan begitu indah terlihat pada layar gadget-ku. "Ada, Beb, besok malam Minggu." Balasku singkat. "Kita jalan ya, ada sesuatu hal serius yang harus aku katakan." Chelsi kembali membalas tak berselang lama. Chelsi, itulah nama wanita yang pernah menjadi kekasihku kala itu. Wanita dengan paras yang sangat luar biasa. Dari ujung rambut dikepalanya, sampai ujung kaki jarinya. Rasa-rasanya dia adalah bidadari dari surga yang sudah Tuhan ciptakan dan hadirkan di dunia. Sempurna, aku menilai dirinya. Dari fisik yang dimiliki olehnya, adalah salah satu alasanku mengagumi dirinya. Terlebih sifat yang dimiliki, ketika dia melontarkan sebuah kalimat dari mulutnya,
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai she's in the rain
Baca
+Pustaka
Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

Seseorang Yang Pernah Aku Kenal

I’ll leave my window open ‘Cause I’m too tired tonight to call your name Just know I’m right here hoping That you’ll come in with the rain (Taylor Swift – Come in With the Rain) Vanika mengalihkan pandangannya kepada gawainya, “mau hujan gak, dia tidak akan datang,” ucapnya pada diri sendiri. Gadis itu menyentuh tanda ‘next’ karena lagu itu mengingatannya pada kekasihnya yang hilang entah ke mana.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai she's in the rain
Baca
+Pustaka
Rain

Rain

Ucap Tania dengan senyum dan itu membuat Rain malu karena dia makan berantakan Dan setelah selesai makan dan hari sudah larut malam, Tania mengambil piring tersebut untuk menaruhnya di dapur dan berpamitan untuk tidur malam, dan Rain pun mengizinkan dan Tania pun keluar dari kamar Rain, sementara Rain kembali menatap purnama yang akan menghilang dan akan di gantikan oleh rintik hujan yang deras, dan benar saja tidak lama kemudian hujan deras pun turun dan membasahi semua yang ada di bawahnya dn membuat kaca besar itu ber embun dan hujan tersebut menyebaban udara yang sejuk tadi menjadi dingin sekali dan seketika dia berlari ke lemari baju dan mengambil jaket yang tebal lalu memakainya dan se
9.130.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 720 kali sebagai she's in the rain
Baca
+Pustaka
Rain

Rain

Rain memasuki apartemen mengabaikan Kia yang menyambutnya dengan senyuman. Saat ini Rain tidak baik-baik saja, tubuhnya terasa panas. Dia berlari menuju kamarnya lalu mengurung diri di kamar mandi. Menyalakan shower untuk mendinginkan tubuhnya. Namun, cukup lama melakukannya kondisi tubuhnya tak kunjung membaik. Rain bersandar pada dinding marmer yang dingin. Menahan gejolak emosi serta keinginan untuk melakukan sesuatu. Sarah memang berniat membunuhnya melalui obat perangsang.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai she's in the rain
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status