Kesatria Mawar
Puziyuuripangeran berkudaanime perang kerajaanperang kerajaancerita perang
Dia mendekatkan bibirnya ke telinga selir ketiga dan berbisik, “Cinta? Sebentar lagi kamu akan pergi ke neraka. Jadi, atas kebaikan hatiku, kau akan kuberi tahu sedikit rahasiaku. Pertama, aku bukan Shirin.”
Ghumaysa membaca mantra. Tubuhnya diselimuti kabut hitam . Penyamaran sebagai Shirin selesai. Selir ketiga terperenyak. Dia hampir saja tak sadarkan diri. Namun, Ghumaysa menusuknya dengan krisal hitam, sehingga terbangun dengan rasa sakit tak tertahankan.
“Selamat menikmati hadiah dariku, Ibu,” desis Ghumaysa sambil membuka pintu.
人気のチャプター