Syahadat Cinta
“Faza, jika pun memang Allah tidak mengizinkanmu untuk memiliki anak dari darah daging mu sendiri, itu merupakan cara Allah untuk menjadikan mu perempuan mulia dengan membuat mu memelihara anak-anak yatim yang akan menjadi ladang pahala untuk mu dan juga suami mu. Oleh karena itu, aku ingin menjadi suami mu, menjadi imam hidup mu yang akan bersama-sama mencari ladang pahala demi menuju surga Allah.”
Faza terduduk lemas di atas tanah mendengarkan ucapan Ahda. Ia menyadari betapa tidak bersyukur dirinya. Ahda telah membuka mata batinnya yang tertutup. Sahabatnya itu menuntunnya kembali untuk bersyukur. Tangisnya semakin deras, Ahda dapat merasakan betapa besar penyesalan gadis di hadapannya it
الفصول الرائجة