Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selir Adipati

Selir Adipati

Dia mengangkat salah satu tangannya yang terangkat ke atas. "Kami datang dalam keadaan damai. Tidak ada maksud apapun. Kami datang untuk menawarkan kerja sama. Keluarlah, kalian!" teriak Patih. "Shap!" Salah satu tombak melesat tepat di sebelah wajah Patih yang menancap di salah satu pohon. "Keluarlah kalian!" teriak Patih sekali lagi. "Shap, shap!"
9.9401.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.6K kali sebagai sholawat joko tingkir
Tampilkan Ulasan (152)
Baca
+Pustaka
Natasha Amelia
Cerita beda banget Ama Turki. aku udah baca sampai tamat dan beda. Di sini tokohutama gak Ama Adipati saja alias Ama jenderal juga. Akhir juga beda. Alur beda. budayakan membaca sampai tamat baru memberi komen. Semangat author. Cerita yang indah dan sipp. IM your fans
Meow Miu
Lumayan mahal juga buat unlock semua chapternya. Alur ceritanya menarik, tapi banyak part yang disturbing bgt dimana ketika jelas2 laki2nya redflag, tapi Ayu masih "bergetar" seolah2 jatuh cinta. Dan itu terjadi berulang kali, padahal berkali2 diperlakukan kasar, direndahkan bahkan dilecehkan.
Baca Semua Ulasan
Salahkah Aku Mencintaimu

Salahkah Aku Mencintaimu

Meskipun aku melakukannya dengan suamiku sendiri. Pukul 10.00 kita sudah sampai di Jogjakarta. Pertama yang kita lakukan adalah kita wisata kuliner. Berburu makanan kondang yang sering kita lihat dalam promosi di internet. Gudeg Yu Djum di Jl. Wijilan. Kita rela antri hanya untuk mendapatkan makanan khas Jogja itu. "Sayang, kita makan enak, makan yang banyak ya?" bisik Arjun sambil mengelus-elus perutku.
1012.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai sholawat joko tingkir
Baca
+Pustaka
Lelaki Pilihan Surga

Lelaki Pilihan Surga

“Aku berfoya-foya menghabiskan uang orang tuaku untuk bermain dengan banyak perempuan. Bersama mereka di dunia malam. Mabuk, dan begitu banyak dosa lainnya. Dan kini, saat aku benar-benar kembali ke jalan-Nya, kehidupan memperjelas kedudukanku yang sebenarnya.” “Sesungguhnya di hadapan Allah, pembeda kita hanyalah pada tingkat takwa, Jar. Semua punya masa lalu. Namun, kamu sekarang pada kehidupan yang berbeda. Fajar Bimantara, pria baik, taat, dan pekerja keras. Kamu jangan selalu merendahkan dirimu sendiri.”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai sholawat joko tingkir
Baca
+Pustaka
Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Yanti sedikit resah, pasalnya jalan yang mereka lewati hampir keluar kota. "Pak, kita nggak sedang salah jalan kan, ya. Ini jauh banget lho. Udah mau masuk Situbondo," tanya Yanti. Mereka kini sedang melewati pantai Watu Dodol yang sangat terkenal dan merupakan salah satu ikon kabupaten ujung timur pulau Jawa. "Kayaknya enggak, Mbak. Di sebelah sana itu," tunjuk Pak sopir pada sebuah vila, "alamat yang Ibu kirimkan. Beliau sudah menunggu kita."
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai sholawat joko tingkir
Baca
+Pustaka
Istri Super Jorok

Istri Super Jorok

Makian dan kata-kata kotor. "Tunggu di sini!" Kupasang baju dan celanaku secara kilat. Kuyakin, ada sesuatu yang tak beres terjadi di sebelah. Kuketuk pintu bercat putih itu. Tak lama kemudian, Mawar muncul dengan wajahnya yang basah karena air mata. "Kau Anto?" Pak Joko muncul. Pria itu hanya mengenakan singlet dan celana pendek.
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sholawat joko tingkir
Baca
+Pustaka
Jodoh Pilihan Dewa

Jodoh Pilihan Dewa

Kini gantian Zhang Zui yang tertawa terbahak-bahak. "Xiao Le, kenapa kamu mengusirku juga?" Timmy bersungut-sungut. "Pokoknya pulang! Kalian berdua pulang! Aku sudah lelah dengan pertengkaran kalian!" Li Xiao Le kembali berkata dengan tegas tidak dapat diganggu gugat. Zhang Zui langsung berdiri dan menghampiri Timmy. "Wukong, ayo kita pulang. Kamu harus ke barat mencari kitab suci bersama guru Tong," kata Zhang Zui merangkul leher Timmy kemudian menyeretnya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai sholawat joko tingkir
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Johan

Bangkitnya Johan

Namun, sebelum dia bisa benar-benar merayakan kemenangan kecil ini, Butra Wijaya memanggilnya untuk berbicara. “Johan, aku ingin mengucapkan selamat atas presentasi yang sukses. Kamu telah menunjukkan bahwa kamu siap untuk tantangan yang lebih besar,” kata Butra dengan bangga. “Tetapi ingat, kesuksesan ini hanya langkah awal. Jangan berhenti di sini.” Johan mengangguk, merasa semakin termotivasi. “Terima kasih, Pak. Saya akan terus berusaha untuk lebih baik.”
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai sholawat joko tingkir
Baca
+Pustaka
Kirana, Cinta Sejatiku

Kirana, Cinta Sejatiku

"Ini hadiah Valentine yang pernah diberikan Sendra kepadaku. Aku selalu menyimpannya dengan baik. Sekarang, aku akan memberikannya kepadamu." Sendra terbatuk canggung. "Jangan cuma ngobrol saja, ayo pesan makanan." Aku menatap liontin itu. Sisi depan liontin terukur nama Kirana, sementara sisi belakang terukir nama Sendra. Ukiran itu begitu sempurna dan tanpa cela, mirip dengan cinta mereka. Makanan pun segera disajikan. Ayam cabai garam, filet ikan, daging cincang pedas ....
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai sholawat joko tingkir
Baca
+Pustaka
Pergi Setelah Dimaki Jalang

Pergi Setelah Dimaki Jalang

"Gila! Chika baik banget ya, ngapain sih temenan sama jalang kayak Camilla." "Chika, sadar deh! Kebaikmu nggak bakal bisa nyadarin jalang ini, yang ada dia malah makin ngelunjak." Kata-kata jalang itu menusuk jantungku seperti jarum, rasanya sangat menyakitkan. Aku mengambil botol minuman di meja lalu membantingnya ke lantai. "Diam kalian semua!" Suasana seketika menjadi hening.
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 326 kali sebagai sholawat joko tingkir
Baca
+Pustaka
The Huntress Trilogy #1 Daughters of Lucifer

The Huntress Trilogy #1 Daughters of Lucifer

Qui tollis peccáta mundi, miserére nobis. Qui tollis peccáta mundi, súscipe deprecatiónem nostram. Qui sedes ad déxteram Patris, miserére nobis. Quóniam tu solus Sanctus. Tu solus Dóminus. Tu solus Altíssimus, Iesu Christe. Cum Sancto Spíritu, in glória Dei Patris. Amen. Teriring dalam bahasa yang berbeda. Mengalun dengan cengkok merdu, disertai gendang khas Iran. Lagu sholawat Badar.
9.733.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sholawat joko tingkir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status