Penyesalan Seorang Komandan
Setelah terlahir kembali, Sheila Santoso seolah-olah berubah menjadi orang yang berbeda.
Dia tidak lagi bangun sebelum fajar, dan menghitung waktu dengan cermat untuk menyiapkan sarapan hangat bagi Jevan Ferdinan, memasukkannya ke dalam termos makanan, lalu mengantarkannya sampai ke markas resimen hanya agar suaminya bisa menikmati masakan rumah.
Dia juga tidak lagi menjemput anaknya di tempat penitipan setiap sore, menggandeng tangan putranya sambil mendengarkan celotehan si kecil tentang lagu baru yang dipelajarinya hari itu.
Bahkan ketika putranya mengalami kecelakaan lalu lintas dan dirawat di rumah sakit, dia tetap tidak menghiraukan puluhan panggilan telepon dari Jevan.
Baru pada panggilan ke tiga puluh delapan, akhirnya dia menerima telepon itu dengan santai.
Suara Jevan yang semula penuh kecemasan kini seperti menahan amarah, "Jodi kecelakaan. Apa kamu tau?"
Sheila menggenggam gagang telepon, pandangannya tetap tertuju pada dokumen di hadapannya. Suaranya tenang tanpa emosi, "Tau. Bukannya kamu udah nelepon puluhan kali?"
Bab Populer