Pembantu Cantiknya Tuan Muda
“Cukup 'lah untuk mendengar obrolan kalian. Maaf, bukannya mau menguping tapi aku nggak sengaja mendengar pembicaraan kalian berdua.”
"Menurut Mbak Hanifah, Rindu itu gimana?" Gus Fahmi meminta pendapat pada kakak iparnya tanpa ragu-ragu, sebab Ning Hanifah lebih mengenal karakter para santrinya.
“Aku suka sama Rindu. Dia baik, sopan, sabar dan santun. Rajin ibadah lagi. InsyaAllah cocok buat menemani Umi.”
"Kamu udah istikharah, belum?" Gus Ahkam memegang bahu adiknya, memberi sedikit tekanan di sana.