Mati Satu Tumbuh Seribu
Galang memasang wajah penuh penyesalan, lalu menunjuk Rani dengan tangan gemetar, "Kamu sudah membunuh anakku! Apa kamu masih belum puas dengan semua keributan ini?"
Setelah itu dia berbalik menghadapku, tatapan matanya tampak memohon seolah-olah dia sangat mencintaiku, "Kiara, hanya kamu seorang yang ada di hatiku."
Mendengar kalimat itu keluar dari mulutnya membuatku mau tertawa jijik.
Rani tampak tidak percaya, dia menggelengkan kepalanya, "Kamu bohong! Aku nggak percaya!"
الفصول الرائجة