Antara Peran dan Perasaan
Di tangannya ada lembar tulisan salah satu murid bernama Rani:
“Saya ingin punya suara yang bisa dikirim lewat angin. Biar ibu saya yang sudah pergi bisa dengar, saya baik-baik saja.”
Ia membacanya pelan. Lalu menuliskan satu kalimat di jurnalnya:
“Inilah reputasi: ketika seorang anak percaya bahwa kata-katanya pantas diberi tempat, meski tak punya akun media sosial.”
Di hari kelima, saat Nara hendak kembali ke Jakarta, anak-anak mengantar sampai dermaga kecil.
Salah satu anak laki-laki, Musa, memeluknya dan berkata:
ตอนยอดนิยม