TERPAKSA
“Pak Manager?”
Aku berdiri dari kursiku dan ia tersenyum berjalan mendekat padaku. Aku terus memandang matanya sampai tepat ia berdiri dihadapaku, beliau mengangkat tubuhku dan mendudukan aku dimeja. Jantungku berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya, pandangan beliau sama sekali tak lepas dari mataku. Walaupun tidak ada kata yang terucap namun aku mengerti apa yang terjadi. Tangan kiri Pak Manager mengelus pipiku, entah sihir apa yang digunakan aku memejamkan mata menikmati inchi sentuhan demi sentuhan tanganya diwajahku. Ku buka mataku kembali, aku mendapati wajahnya sangat dekat. Ibu jarinya sangat pandai memainkan bibir bawahku, aku menghirup hembus nafasnya yang menyapu wajahku, ak
Bab Populer