Saat Pilihanku Berubah
Tangannya mengusap nama yang terukir di batu nisan, lalu berkata pelan, “Dua hari lalu kamu datang ke mimpiku dan bilang bahwa di kehidupan sebelumnya cucu kita menikahi orang yang salah dan hidupnya tidak bahagia. Kamu merasa kasihan padanya, jadi kamu menggunakan pahala dari kebaikan yang kamu kumpulkan seumur hidup untuk menukar kesempatan agar cucu kita bisa hidup sekali lagi, supaya kali ini dia menjalani hidup yang berbeda.”
“Ah, kamu selalu punya pemikiran aneh. Ceritanya terdengar seperti novel. Tetapi sudahlah… aku tahu niat baikmu, kamu hanya ingin cucu kita bahagia. Tenang saja, selama masih hidup, aku akan melindungi cucu kita setiap hari. Dan kalau suatu hari nanti aku datang me
Bab Populer