HATI ADINDA
Kairo memohon maaf dan ampun sudah membuat ibunya marah dan beberapa waktu ini keadaan merenggang.
“Sudah…sudah ayo naik,” Tangisan Hermita pun tidak terhindari, namun ia berusaha menahannya, selama ini dia juga merasakan kesedihan yang amat mendalam, tidak bertegur sapa dengan putra kesayangannya itu membuat suasana rumah tuanya itu berbeda, terasa lebih hening dan meredup. “Maafin mama juga ya Din…Khai, sudahlah biarlah semua yang terjadi berlalu yang terpenting semuanya sekarang sudah baik-baik saja. Kamu, Edgar dan Dinda sudah bersama mungkin memang ini jalannnya jodoh kalian diwaktu sekarang bukan saat itu, selamat juga untuk kehamilan anak kedua kamu Khai,” Hermita segera memeluk kepal
Hot Chapters