KEMBALINYA SANG RATU
, ungkap salah seorang pimpinan mereka.
Jun-ho memperhatikan dengan baik, sementara Sinta tertegun. “Mereka membutuhkan juga kehidupan. Harus ada pekerjaan untuk mereka. Kembali harus mengolah hasil hutan non kayu”, pikirnya. Sinta terbayang pada dekade 1980-an, dimana banyak orang yang merotan untuk di bawah ke Singapore melalui jalur penyeludupan. Terbayang pada cerita temannya, bahwa ia banyak mengikuti kapal rotan ke Singapore, ia juga terbayang pada cerita temannya yang mengirim burung-burung untuk dibarter dengan sepeda motor. Sinta mendekati orang-orang itu, dan berbisik, “Silahkan Anda duduk dan kita pikirkan Bersama, apa yang membuat kita dapat hidup berdampingan dengan hutan ini. J