Kulakukan Demi Keluarga
"Jika kau tidak mau menganggap ini sebagai bakti pada ibu mu. Anggap saja ini timpal balik, karena aku sudah mensejahterakan kehidupan keluarga mu, pundi-pundi rupiah terus mengalir ke rekening ibu mu setiap bulannya, bukan begitu, hm?"
"Tapi aku di sini bekerja sebagai ART seperti yang lain, wajar jika anda memberikan upah melalui Keluarga ku,"
"Upah katamu, upah untuk pegawai yang lain, hanya sepertiga dari gaji kamu, sementara kamu menerima uang yang banyak setiap bulannya." Devan tertawa kecil. Dia memang tidak waras, ini bukan bakti aku sudah menyakiti hati ibu.
"Aku tak pernah, memintanya padamu,"
Bab Populer