Dendam Pernikahan Pewaris Tampan
Sementara Nayara duduk di kursi khusus yang dialasi bantal empuk, mengenakan kebaya kutubaru pastel muda, perutnya yang mulai membulat tampak anggun di balik selendang sutra halus.
“Ma, cantik banget ini semua," ucap Nayara pelan, matanya berkeliling menatap taman yang kini seperti versi mini dari upacara adat Jawa tempo dulu.
Dian tersenyum puas. “Ya, ini doa syukur, Sayang. Mama pengen suasananya sakral. Dua malaikat kecil dalam perutmu harus disambut dengan doa yang baik.”
Nayara memegangi perutnya dengan senyum haru. “Si kembar pasti sangat bangga punya grandma penyayang seperti Mama.”
Bab Populer