KARMA
batin Keyla seraya kembali melanjutkan langkahnya.
"Sekarang ayo kita pergi ke rumah sakit," ujar Lingga sembari menepuk bahu Ayahnya. Meskipun dia merasa jijik dengan tubuh Ayahnya. "Sialan memang Asta!" kesalnya yang hanya bisa disimpan dalam hati. Tidak dapat ia bayangkan selama ini berbagi rasa dengan perempuan yang juga berbagi rasa dengan Ayah serta Abangnya. Lingga merasa bahwa tubuhnya kini juga sangat menjijikkan. "Terkutuk kau Lingga, menyia-nyiakan istrimu yang sempurna hanya untuk perempuan seperti Asta. Mengapa setelah mendapatkan Dila kembali kau justru menyakitinya, Lingga! Bodoh kau!" Lingga terus mengutuk dirinya sendiri di dalam hati. Meskipun luarnya terlihat tegar, namun
Hot Chapters