Suami Warisan
dia mengacungkan tablet di tangannya, “adalah kumpulan designs yang pernah you kirimkan. I think you have the potential …. But!”
Rengganis berjengit mendengar nada peringatan dari Sarah.
“But you need to get more creative, more colors, more … brave!”
Bos Sarah suka sekali menggunakan kata ‘more’. This overused word lama-lama membuat Rengganis muak.
“You sudah selesai buat berapa dress?” tanya Sarah sambil menegakkan tubuhnya kembali, tangannya berkacak pinggang dengan penuh gaya.
“Du-dua yang sudah mencapai finishing, Bos …” jawab Rengganis, “satu lagi sedang dalam proses, lace yang saya mau sedang dikerjakan, kira-kira –”