Suami Perkasa
Mereka berdua tertawa, lalu Sukma mulai bergerak pelan seperti penari erotis di film kartun—terlalu dramatis, terlalu teatrikal, tapi entah kenapa tetap membuat Carlos menahan napas.
“Tenang… rileks…” gumam Sukma seperti guru yoga. “Inhale… exhale… dan jangan panik kalau dengar bunyi ‘krek’ ya.”
Carlos mendadak panik. “Apa?!”
“Becanda!” seru Sukma sambil tertawa terbahak-bahak. “Astaga, ekspresi kamu kayak sapi mau disunat!”
Carlos memukul ringan pahanya. “Sumpah, kamu tuh berbahaya! Kamu bukan Sukma… kamu Sukmawati si Pematah Senjata Lelaki!”