Cantik After Divorce (Janda Naik Kelas)
“Lah memang salah senyum?”
Emir diam sebentar. Lalu pelan: “Sama orang lain, iya!”
Raana hampir nyembur air. “Duh! Kamu ini seriusan? Cemburu karena aku senyum?”
Emir mengangguk kecil. Tidak ada nada bercanda.
Raana menatapnya lama. Di balik wajah datar itu, ada rasa memiliki yang keras kepala.
Ia dorong piring sedikit, lalu bersandar. “Mas Emir… aku senyum ke kasir, ke mbak hotel, ke tukang kelapa. Masa ke kamu aja?”