Obsesi Gila Suamiku
Mahesa kemudian mengambil posisi duduk di sisi ranjang, lalu tangannya bergerak mengusap rambut Ellena.
"Masih ada yang sakit?"
Ellena menggelengkan pelan. "Nggak ada, Mas. Cuma badannya saja yang masih agak lemas."
Mahesa mengangguk-angguk paham. Namun, tak berselang lama, ia menyadari bahwa binar kebahagiaan di wajah Ellena perlahan-lahan meredup, digantikan oleh gurat kecemasan.
"Kenapa, Sayang?" tanya Mahesa lembut, nadanya terdengar sangat perhatian. "Ada sesuatu yang mengganggu pikiran kamu?"