Antara Langit, Awan dan Udara
Raga ini disini, memeluk bass dan membetotnya dengan sekuat tenaga, tapi perasaan ini terus terbang entah kemana-mana.
Terlintas di benakku, senyum Sky saat sedang berbicara, lalu pikiran ini berselancar hingga ke arah jurang kotor yang tak semestinya. Mereka melakukan hal di luar kendali. Hingga pada akhirnya, aku mulai tak berkonsentrasi dengan permainan bass ini.
“Lang!” Bentak Rey.
“Sorry ...,” ucapku.
“Iya, ngga apa-apa. Kita maklum kalau lu masih banyak salah. Tapi kayanya lu ngga konsen. Lagi mikirin apa sih?” tanya Rey lagi dengan wajah penasarannya.
인기 회차