Putra Naga: Aliansi Mematikan
Dia memposisikan kaki Ghea untuk dibuka agar mempermuda jalan lahirnya, tampak Gita mengambil sesuatu dari sakunya, sepasang sarung tangan karet.
“Ghea, dengar yah. Aku tahu ini akan berat, tapi aku melihat baru pembukaan tiga,” ucap Gita. “Biasanya kalau pembukaan lebih dari empat akan lebih mudah lagi.”
Primadigda tak bisa mendekat. Ia juga jadi ikut cemas. Namun, ada hal yang tak terduga membuatnya merinding. Ada yang tak biasa dari turbulensi pesawat yang sekarang terjadi. Telinga naganya bergerak-gerak menangkap suatu bunyi yang tidak lazim. Dia kemudian bergegas melihat ke jendela. Dahinya berkerut melihat awan hitam yang mengelilingi pesawat, lalu ada suara ringkihan yang melengking.
Hot Chapters