PESONA PRIA RIVAL SUAMIKU
Rak-rak berisi ratusan suvenir kecil: kipas, dompet rajut, pouch batik, gantungan kunci rotan.
“Lucu-lucu banget, Bu,” ujar Kenna sambil memegang satu pouch batik bermotif parang. “Yang ini bagus, ya?”
“Iya, Nak,” sahut Wieke. “Warnanya juga lembut, nggak mencolok. Cocok buat tamu wanita.”
Rangga menatap tumpukan kipas di meja. “Kalau yang ini, bisa buat ibi-ibu. Lumayan, kalau acara lama, bisa buat ngadem.”
Hot Chapters