Marry You
“Sena, jangan marah lagi. Maafkan aku, aku tidak bisa menuruti lagi perkataan ayahku. Kamu satu-satunya teman dan sahabatku. Aku tidak punya siapa-siapa lagi, hanya kamu yang aku punya. Tolong jawab telphoneku, aku tidak ingin persahabatan kita berakhir di sini.”
Karina menghela napas setelah meninggalkan pesan suara untuk sahabatnya. Dia menelphone Nando kakak sepupunya, telphone darinya pun terus di riject. Karina semakin frustasi, dia melihat apartemen yang kosong. Aksa bahkan belum kembali, ini sudah tiga jam lamanya dia keluar. Karina merasa kesepian. Tiba-tiba terdengar bel apartemennya, Karina mengerutkan kening. Siapa yang berkunjung ke apartemennya. Karina berjalan menuju pintu, dia
Bab Populer