Dosenku Istriku
balas Mama.
"Lumayan, Ma. Ada dua tiga kamar, tapi kamar mandi cuma satu, hehe," jawabku, lagi.
Usai berbenah, aku pun mengistirahatkan diri, pikiranku mulai melayang mengingat chat Nisa. Dengan penuh keraguan, akhirnya aku membuka lagi chat dia dan kubaca berulang-ulang. Menurut chat itu, aku gegas mengechek alamat rumah Nisa dan alamat rumah yang sekarang aku tempati, ternyata jaraknya cukup dekat. Ah, apa aku akan mampu bertahan tak mengunjungi Nisa?