Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rantai Hasrat (Oliver&Nicole)

Rantai Hasrat (Oliver&Nicole)

“Apa yang sudah kau campurkan ke dalam kopi keponakanku?” Sang office boy kebingungan. “Tuan, saya hanya menaruh bubuk kopi, gula, dan air panas seperti biasa. Apa kopi yang saya buat kurang manis, Tuan?” Dominic bangkit berdiri, mendekat pada sang office boy. “Aku bukan orang bodoh! Beri tahu aku apa yang sudah kau campurkan di kopi keponakanku!” Sang office boy menundukkan kepala ketakutan, tak berani menatap Dominic yang murka. “T-tuan, saya sungguh tidak mengerti maksud dari ucapan Anda. Saya membuat kopi seperti biasa, Tuan.”
976.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai story kopi
Baca
+Pustaka
Meminang Bu Dosen

Meminang Bu Dosen

tanya Dodi heran. Gala menggelengkan kepalanya. Ia lalu meraih ponselnya. Jemarinya mulai membuka I*******m. Matanya berbinar mendapati story Tita berada di pojok paling kiri. Ia segera menyentuh layar. Tampak gambar Kopipiko dengan tulisan di sampingnya. [Baru sampai kos lupa mau beli ini. Butuh penyegaran]
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai story kopi
Baca
+Pustaka
APLIKASI JODOH

APLIKASI JODOH

Satu di antarnya terjadi waktu hari kedua atau ketiga di Jakarta, orang itu udah bikin ulah sama Apih. Jadi ceritanya dia datang ke tempat Apih dengan bawa oleh-oleh kopi. Mereka ngobrol kesana-kemari sampe kemudian topik pembicaraan mereka adalah soal kopi yang dari tadi mereka konsumsi. Mulanya Apih nanya. “Kopi apa nih? Koq enak banget.” “Kopi luwak. “ “Oh pantes enak,” jawab Apih sambil seruput kopi sampe hampir abis.
1011.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai story kopi
Baca
+Pustaka
Kasih Abadi

Kasih Abadi

"Masak sih? Kok gue lupa ya." "Lu pinter tapi pikun yak." "Itu di samping lu apaan?" Tanya Abadi mengalihkan pembicaraan. "Kopi. Mau lu?" "Boleh." Kasih pun memberikan kopi yang ia bawa kepada Abadi. "Ih kemanisan nih. Gue kan nggak suka latte." "Lu plin plan banget sih. Pas gue ngasih kopi di parkiran lu bilangnya suka latte."
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai story kopi
Baca
+Pustaka
Kuli Gagah Spesialis

Kuli Gagah Spesialis

"Tidak apa-apa. Saya bisa menunggu selama apa pun. Terima kasih banyak atas kerja keras Anda, Dokter." "Ini sudah menjadi tugas saya. Omong-omong, kopi di ruangan Bapak ini aromanya sangat khas. Kopi lokal, ya?" tanya Sisca dengan santai, mencoba mencairkan suasana agar obrolan tidak terlalu kaku. "Ah, iya. Ini kopi robusta dari kebun teman saya di daerah Jawa. Kalau Dokter mau, saya bisa minta pelayan buatkan satu cangkir," tawar Wildan ramah.
1014.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 454 kali sebagai story kopi
Baca
+Pustaka
Benih Rahasia Yang Kau Sia-Siakan

Benih Rahasia Yang Kau Sia-Siakan

Secepat mungkin Kiara berlari ke dapur untuk membuatkan kopi. Tetapi Pak Bandi lupa untuk memberitahu takaran kopi yang di sukai oleh atasannya itu. "Kopi hitam, mana kopi hitam! Ah ini dia kopi hitam." Dicampurkan dengan bubuk berwarna putih dan di seduh dengan air panas secangkir kopi hitam siap disajikan. Dia segera membawanya ke ruangan Aland sebelum kopi itu dingin. Tok!
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai story kopi
Baca
+Pustaka
Sasakala

Sasakala

Apakah aku bisa tetap menjaga Tentang tulisanmu yang kau kirim Oleh angin ceritakan rindu tentang pergi dan pulang Dan tanda tanya sebuah rasa terselubung Warung kopi itu telah ramai, Arka dan Hasta terlambat untuk menikmati secangkir kopi legendaris darinya. Setelah mendarat di Surabaya, Arka langsung menuju warung kopi. Hasta telah datang 15 menit sebelumnya dan warung kopi tersebut sudah penuh dengan pengunjung. Mereka berdua hanya bisa mencium aroma kopi dari seberang jalan, cukup memanggil kembali nostalgia masa sekolah dulu.
9.82.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai story kopi
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

“Eh? Mau ke mana mbak? Kopinya pak Sagara bagaimana?” “Biar saja. Kalau orangnya telepon lagi, bilang saja saya pergi belanja dulu,” jawab Anita lalu pergi tanpa berkata apa-apa lagi. Bu Ida jadi bingung sendiri merasakan keadaan ini. *** Anita pergi ke sebuah toko sembako yang tak jauh dari kantor. Di sana ia membeli beberapa jenis kopi, mulai dari kopi Mocca, kopi Cappucino, Kopi Luwak, Kopi Gula Aren, Kopi Gajah dan Kopi Ekspresso. Tak lupa juga Anita membeli sebungkus racun tikus.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai story kopi
Baca
+Pustaka
Bos Kampret Ku

Bos Kampret Ku

Mana jaraknya jauh lagi di ujung. Di pantry ada Yolanda yang langsung keheranan melihat Lila datang dengan cangkir berisi kopi yang masih penuh, dan raut muka asem tentunya. "Nggak jadi nganter kopi apa gimana?" tanyanya penasaran. "Salah bikin kopi aku, Yol." Yolanda melongok ke cangkir yang dibawa Lila dan meloloskan tawa. "Ini kopi item? Kaya yang biasa buat Pak Septa?"
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai story kopi
Baca
+Pustaka
Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Amran berdiri, menunjuk kedai di ujung selatan. Mei ikut bangkit, menatap plang kayu berbetuk bulat bertuliskan Omah Kopi. Di atas tulisan tercetak gambar cangkir dengan asap cokelat mengepul di atasnya. "Tidak jadi soal minum di mana, Prof. Yang penting, dengan siapa kita minum kopi." Bibir Mei membentuk bulan sabit. "Mungkin minum denganmu bisa membuat kopiku berubah rasa. Tidak sepahit dulu.”
1045.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai story kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status